Kamis, 10 Juli 2014

TNI Tetapkan Status Siaga Tertinggi

Filled under:



Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini mulai mengantisipasi potensi kekacauan yang terjadi pascapemungutan suara pemilu presiden (Pilpres) 2014. TNI bahkan kini dalam kondisi siaga tertinggi. Demikian yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam telekonferensi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dalam teleconference dengan Presiden malam ini, Panglima TNI menyatakan bahwa TNI berada pada siaga tertinggi untuk memastikan keadaan aman terkendali," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dalam pesan singkat, yang diterima wartawan, di Kediaman Presiden SBY, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (9/7) malam.

Sebelum bertemu Prabowo-Hatta, Presiden SBY sempat melakukan telekonferensi dengan jajaran TNI dari kediamannya di Cikeas.

Di sana, SBY memantau pergerakan di setiap unit melalui layar yang terhubung dengan Mabes TNI, Mabes TNI AD, Mabes TNI AU, Mabes TNI AL, Mako Kopassus, Kodam Jaya, dan Kopaskas.

Sebelumnya, dalam jumpa pers sore tadi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat Indonesia untuk menjaga ketertiban dan keamanan Tanah Air pasca perbedaan hasil hitung cepat pemenang Pemilu Presiden. SBY berharap agar tidak ada kekerasan yang timbul dari perbedaan itu. Hal ini menyusul adanya perbedaan hasil hitung cepat dan aksi saling klaim kemenangan setiap kubu.

"Kepada rakyat Indonesia, saya minta juga ikut menjaga situasi aman dan tenteram di negeri tercinta ini. Saya sangat berharap saudara-saudara menjadi benteng, agar kita bisa hadapi situasi seperti ini. Agar bisa menahan diri, sehingga tidak ada apa pun yang tidak kita inginkan terjadi, seperti bentrokan, kekerasan horizontal, atau pun kekerasan yang mengganggu ketertiban," kata Presiden SBY sore tadi.

SBY juga menginstruksikan ke jajaran TNI/Polri menjaga situasi aman dan damai. SBY menilai semua pihak seharusnya menunggu terlebih dulu hasil perhitungan resmi yang akan dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Jangan cederai pemilu yang berjalan demokratis," kata presiden.

Sementara itu, dalam siaran pers yang diterima SP dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan, apapun hasil dari Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, dijamin aman karena aparat TNI/Polri sudah bersiaga dan berkomitmen menciptakan pesta demokrasi yang kondusif.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi keamanan pasca-pilpres.

Terciptanya suasana kondusif tersebut diyakinkan karena Presiden telah menginstruksikan kepada Panglima TNI sebagai pemegang kendali operasional TNI dan Menhan sebagai perumus kebijakan pertahanan maupun Kapolri, untuk menyiagakan jajarannya serta melakukan langkah-langkah antisipasi pengamanan selama berlangsungnya Pilpres.

Dalam hal menyiagakan pasukan TNI, para Kepala Staf Angkatan bertugas menyiapkan personel yang meliputi latihan-latihan sampai siap operasional yang secara keseluruhan di bawah kendali Panglima TNI.

Kemudian sikap netralitas aparat TNI dalam Pemilu sudah ditegaskan oleh Panglima TNI, hal ini menepis isu adanya keterlibatan oknum aparat dalam politik praktis, bahkan apabila benar terjadi akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

Kondisi keamanan harus dapat dijamin, tanpa memandang selisih presentase dari 0 persen hingga 100 persen. Jadi walaupun hanya selisih lima persen di antara dua calon presiden, situasi negara harus tetap aman dan kondusif.

0 komentar :

Posting Komentar