Selasa, 21 November 2017

PT Solid Gold Berjangka | Tim Gabungan TNI-Polri Bebaskan 1.148 Sandera



PT Solid Gold Berjangka | JAKARTA - Tim gabungan TNI-Polri hingga kemarin telah berhasil membebaskan 1.148 orang yg selama ini disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Sementara aparat masih diperintahkan untuk memburu KKB yg melarikan diri kehutan. Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan 804 warga asli Papua & 344 warga pendatang yg sebelumnya menjadi sandera di Banti & Kimbely telah dibebaskan aparat. Sementara sekitar 150-200-an warga masih bertahan di Banti & Kimbely, dengan alasan ingin menjaga harta benda mereka di perkampungan tersebut.

Dengan pengawalan ekstra ketat, warga yg kebanyakan kaum perempuan & anak-anak kemarin diangkut dengan 11 bus antipeluru milik PT Free port. “Jadi yg sudah dieva kuasi secara keseluruhan berjumlah 1.148 orang,” ujar Boy kemarin.

Menurut Boy, sampai saat ini aparat gabungan masih ber siaga di Kampung Utikini & telah menguasai keadaan. Rencananya, seluruh wilayah di tiga kampung yg dianggap sbg basis KKB akan didirikan pos keamanan.

“Pasukan gabungan juga masih terus memburu KKB,” tandasnya. Lebih jauh, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai, dinamika yg terjadi di Papua ter masuk penyanderaan muaranya adalah masalah ekonomi. Solusi untuk mengatasinya adalah pendekatan ekonomi. “Saya paham betul soal Papua karena saya mantan kapolda sana. Jadi sekali lagi permasalahan ekonomi, pendekatan Papua adalah pendekatan ekonomi dengan mempercepat proses pembangunan,” katanya.

Tito menegaskan, meski hampir semua sandera telah dibebaskan, pencarian terhadap KKB akan terus dilakukan.

Bahkan, pihak memerintahkan anggota di lapangan tidak segan-segan melakukan tindakan tegas. “Pengejaran terhadap anggota KKB terus dilakukan bahkan tindakan tegas akan di berikan,” ujarnya.

Tito juga meminta para sandera yg telah dibebaskan dari Kimbely & Banti agar tidak kembali ke Papua. Pasalnya, sejumlah sandera yg telah dibebaskan oleh Satgas Gabungan Polri-TNI adalah para pendatang yg bekerja sbg pendulang liar di Tembagapura. “Pendatang lebih kurang ada lebih dari 346 orang. Jangan kembali ke daerah tempat penyanderaan itu,” katanya.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar membantu kepulangan mereka ke daerah asalnya serta menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan untuk mereka yg memutuskan pulang kampung halaman.

Para pendulang liar ini diperkirakan bisa memperoleh satu gram emas per hari dari mendulang di kawasan PT Freeport Indonesia. Menurut dia, pembebasan para sandera dari tangan KKB merupakan momentum untuk membersihkan wilayah pertam bangan Freeport dari para pendulang liar.

“Karena (pendulang liar) menimbulkan banyak masalah, masalah sosial, masalah prostitusi, penularan HIV,” katanya. Sementara untuk para sadera warga asli Papua namun bukan asli Tembagapura, yg telah dibebaskan, pihaknya memberikan kebebasan kepada warga untuk memilih tetap di Tembagapura atau pulang ke kampung asal mereka.

Di antara pendulang adalah berasal dari Rembang & Demak, Jawa Tengah. Kemarin tiga pejabat dari Pemkab Demak telah berada di Timika untuk mengurus kepulangan 43 warganya yg menjadi sadera. Adapun warga Rembang lima orang.

“Sebanyak 48 orang akan segera dipulangkan ke Jawa Te ngah dalam beberapa hari men datang,” kata Ketua Kerukunan Jawa Bersatu (KKJB) Mimika Pardjono.

Menko Polhukam Wiranto tidak menjamin bahwa setelah dilakukan pembebasan sandera maka konflik kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) dengan TNI-Polri usai.

“Kita butuh langkah-langkah lanjutan yg perlu terkoordinasikan dengan baik antara seluruh aparat kepolisian, TNI, intelijen, pemerintah daerah, & kementerian terkait,” katanya. KKSB merupakan istilah baru sbg pengganti KKB yg selama ini beredar di masyarakat.

Menurutnya, istilah KKSB dirasa tepat menggambarkan kelompok pemberontak itu karena mereka memang bertindak kriminal dengan mengancam & memalak rakyat, termasuk menyandera dengan senjata.

“Tetapi dibenaknya juga merupakan instrumen satu kegiatan separatisme. Maka dalam konteks ini TNI juga bisa bertindak.”


Solid Gold
Solid Gold Berjangka

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 11.38

Senin, 20 November 2017

Solid Gold | "King of Cling" Azzedine Alaia Tutup Usia



Solid Gold | PARIS - Perancang busana Azzedine Alaia yg dikenal sebagai King of Cling telah meninggal pada usia 77 tahun di Paris. Lahir di Tunisia, Alaia menjadi salah satu tokoh hebat mode Paris dengan estetika goresan glamor yg mengedepankan kesempurnaan wanita. Meskipun tidak pernah mendapatkan ketenaran seperti selebritas, Azzedine sadar desain yg dirancangnya dengan indah telah dipakai beberapa wanita atau tokoh paling terkenal di dunia.

Sebut saja, Michelle Obama yg membuat sebuah konsesi langka utk mengenakan perancang non-Amerika dengan memilih gaun rajutan Azzedine berwarna putih yg rapi saat dia menjadi ibu negara. Gwyneth Paltrow, Rihanna, Madonna, Tina Turner, & Victoria Beckham juga telah mengenakan desainnya.

Bahkan, Naomi Campbell menganggap Azzedine sebagai ‘papa’ setelah dia memeluk Naomi saat pertama kali menjadi model pada usia 16 tahun.

Naomi tinggal bersama Azzedine setiap kali bekerja di Paris & menjemputnya jika Naomi menyelinap ke klub malam.

“Dia benar-benar mengajari saya segala hal tentang bisnis ini,” ungkap Naomi, dilansir Telegraph .

Ketika karya Azzedine dilecehkan Metropolitan Museum pada 2009, Naomi menolak menghadiri Met Gala sebagai solidaritas.

Pertunjukan terakhirnya diadakan pada Juli tahun ini, meski tidak ada pertanda kalau koleksinya akan menjadi yg terakhir di dunia mode. Dia berpose riang bersama Karlie Kloss & Naomi Campbell.

Perancang yg memiliki tubuh mungil ini tetap terlihat menjulang tinggi di antara para supermodel karena karyanya. Tentu saja Naomi memimpin pertunjukan terakhir Azzedine tersebut.

Terlihat lekuk halus dari peplum wol atau rok tembus cahaya, hem yg terbungkus dengan lapisan layar mashrabiya. Desain yg indah, tetapi tidak vulgar.

Busana yg tetap menyanjung para wanita. Dia pindah ke Paris pada 1957, yaitu tempat dia bekerja utk Christian Dior, Guy Laroche, & Thierry Mugler. Pada 1980, dia mempresentasikan koleksi siap pakai pertamanya.

Pada 2015, Azzedine menjadi subjek retrospektif besar yg terkenal di Roma, Villa Borghese, yg disebut Couture/Sculpture. Tiga dekade gaunnya disandingkan dengan mahakarya seniman yg paling dihormati di dunia, seperti Raphael, Caravaggio, & Titian.

Karyanya yg menyanjung para wanita dalam berbusana sudah jelas membuat para tokoh dunia & selebritas mengantre utk menggunakan karyanya. Ikatan yg dibuat pun terasa melekat.

Sejumlah model & selebritas pun merasa kehilangan dengan kepergian Azzedine. Misalnya, Adwoa Aboah yg mem-posting foto ulang tahunnya yg ke-21 dengan mengenakan gaun Azzedine pertamanya.

Menurut model itu, dia harus bepergian dengan ibunya ke Paris utk membeli gaun itu, satu-satunya gaun yg diinginkannya utk acara spesial tersebut.

“Dengan semua uang yg saya dapatkan, saya membeli satusatunya gaun Alaia saya yg pertama & satu-satunya & sepasang stiletto hijau yg serasi. Terima kasih telah membuat pakaian cantik seperti itu, di mana pun kamu akan selalu menjadi master,” tulis Aboah di akun Instagram pribadinya.

Marc Jacobs pun mengungkapkan bahwa bakat yg dimiliki Azzedine tidak ada bandingannya dengan karakternya yg lucu, nakal, & unik.

“Keindahan luar biasa yg diciptakannya abadi & tanpa pertanyaan, bertahan selamanya,” ucap Marc.


Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 11.23

Jumat, 17 November 2017

Solid Gold Berjangka | Lukisan Pemecah Rekor Terjual Rp 6 Triliun Bukan Karya Da Vinci?

Solid Gold | New York - Sekitar 60 tahun lalu, pada Juni 1958, koleksi indah di Old Masters dijual melalui balai lelang Sotheby’s di London.

Karya-karya tersebut berasal dari Koleksi Cook yg dikumpulkan oleh penjual aristokrat Sir Francis Cook. Ia sendiri bergelar baron sekaligus pelukis mumpuni.

Sebanyak 136 lukisan saat itu laku terjual 64.688 pound sterling, setara dengan 1,4 juta pound sterling saat ini.

Yang paling menyedot perhatian adalah karya pelukis Belanda bernama Caspar Netscher, terjual sekitar 120 ribu pound sterling dalam nilai moneter sekarang.

Namun, ada satu karya yg tidak menarik di lot 40, yaitu lukisan potret Kristus dengan judul Salvator Mundi, yg dilukis di atas papan kayu berukuran 46 x 64 sentimeter persegi.

Potret dalam lukisan itu seakan sedang menatap sendu kepada orang yg melihatnya, tangan kanannya terangkat utk memberi berkat, & tangan kirinya memegang bola kristal.

Dikutip dari Daily Mail pada Jumat (17/11/2017), Sotheby's saat itu mengatakan bahwa pelukisnya adalah seniman Italia bernama Giovanni Antonio Boltraffio yg berkarya pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

Harga jualnya hanya 45 pound sterling (setara dengan 925 pound sterling masa kini). Pembelinya pun seorang kurang terkenal bernama "Kuntz." Lukisan itu kemudian dibawa menyeberang Samudra Atlantik.

Pada Rabu malam lalu di New York, lukisan itu dilelang lagi. Pelelangan kali ini dilakukan oleh balai lelang Christie's yg merupakan pesaing Sotheby's.

Harga akhir pelelangan kali ini bertengger pada US$ 450,3 juta, setara dengan 341 juta pound sterling–-suatu peningkatan harga hingga 7,5 juta kali lebih mahal. Dalam rupiah, nilainya sekitar Rp 6 triliun.

Pembeli yg melelang melalui telepon tidak ingin diumumkan namanya. Ia memenangi lukisan itu setelah proses lelang seru selama 19 menit.

Lonjakan Harga 7,5 Juta Kali Lebih Mahal

Ada alasan mengapa harga lukisan itu bisa melejit sedemikian mahalnya. Salvatore Mundi diduga merupakan karya Leonardo da Vinci, seorang seniman besar yg jauh lebih tersohor daripada Boltraffio.

Hasil lelang memang menyenangkan bagi Christie’s, tapi beredar pertanyaan tentang kesediaan orang membayar hingga hampir Rp 2,1 miliar per sentimeter persegi.

Siapa yg membeli lukisan itu? Bagaimana dia bisa yakin bahwa yg dibelinya adalah karya asli Leonardo da Vinci? Bagaimana riwayat lukisan itu?

Kita bisa memastikan bahwa Salvator Mundi bukan dibeli oleh sebuah galeri, karena tidak banyak galeri yg sanggup membayar harga tersebut.

Jadi, kemungkinan besar, karya itu dibeli oleh seseorang, mungkin miliarder Rusia, China, atau Arab yg mencari sesuatu utk dekorasi istana atau superyacht miliknya.

Satu kemungkinan kandidat pembelinya adalah Liu Yiqian, seorang mantan sopir taksi di China yg kemudian menjadi investor miliarder.

Pada 2015, dia pernah membayar US$ 170,4 juta ditambah biaya-biaya lain utk membeli lukisan Modigliani. Namun, dari unggahan media sosial miliknya dapat diduga bahwa beliau adalah seorang kalah dalam lelang.

Silang Pendapat Para Pakar

Bukan hanya pembelinya yg misterius, karena asal-usul pastinya lukisan itu pun diduga bukan oleh Leonardo, atau hanya sebagian saja yg dikerjakannya.

Dr. Carmen Bambach, seorang spesialis seni Renaissance Italia di Metropolitan Museum of Art, New York, pernah menuliskan pada 2012, "Setelah mempelajari & mengikuti lukisan itu saat perawatan konservasinya, & melihatnya dalam konteks pameran (di London National Gallery pada 2011), sebagian besar yg di permukaannya mungkin dibuat oleh Boltraffio, tapi kerangkanya memang oleh Leonardo."

Pakar lukisan rennissance Profesor Charles Hope menyatakan, "Saya bukan yg percaya bahwa ini Leonardo asli. Menurut saya, lukisannya benar-benar membosankan, & ketika digantung bersama dengan beberapa Leonardo asli, tidak kelihatan bagus."

"Saya ogah menggantungnya pada dinding saya. Sejujurnya, klaim bahwa itu karya Leonardo keterlaluan. Tidak ada orang waras yg menduga begitu. Ada banyak yg mirip Leonardo di dunia ini."

Yang lebih mengkhawatirkan adalah tidak adanya bukti kontemporer (pada masa itu) bahwa Leonardo adalah pelukis Salvator Mundi.

Seniman Michael Daley dari ArtWatch UK yg berkampanye melindungi integritas karya-karya seni, mengatakan, "Tidak ada catatan yg menjelaskan bahwa Leonardo pernah melukisnya."

"Kita harus ingat bahwa dia adalah seseorang yg sangat terkenal & ada banyak catatan tentang apa yg dilakukannya. Tidak ada apa pun tentang lukisan ini."

Walaupun ada banyak keraguan, para pakar di Christie's yakin bahwa lukisan itu memang sungguhan. Salah satunya adalah Martin Kemp, profesor emeritus bidang sejarah seni di Oxford University. Ia berkukuh membela keaslian lukisan.

Melalui acara Today di Radio 4 di Inggris pada 15 November, beliau menyatakan, "Ada segelintir orang yg mengaku kritikus beramai-ramai mengatakan, 'Itu tidak mungkin Leonardo,' walau semua cendekiawan utama tentang Leonardo yg secara sistematis ditunjukkan di National Gallery (pada 2012) menerima bahwa itu adalah karya Leonardo."

Ketika ditanya apakah beliau yakin bahwa lukisan itu merupakan karya Leonadro, Profesor Kemp menjawab, "Lukisannya sangat Leonardo…lukisan itu memiliki kehadiran luar biasa yg dimiliki Leonardo."

Berganti-ganti Pemilik

Lalu bagaimana lukisan itu tadinya dikira karya Boltraffio & kemudian diterima sbg karya Leonardo?

Transformasi itu terjadi tak lama setelah 2005, ketika dealer seni Alexander Parish dari New York membelinya senilai US$ 10 ribu dalam penjualan harta waris suatu keluarga.

Lukisan itu retak-retak parah & sempat tertimpa cat lain, tapi Parish & konsorsiumnya membayar biaya restorasi, lalu sejumlah pakar mengakuinya sbg karya Leonardo.

Dua tahun kemudian, Parish & rekan-rekannya menjual Salvator Mundi kepada seorang pebisnis & dealer seni Swiss bernama Yves Bouvier yg dilaporkan membayar antara US$ 75 hingga 80 juta.

Beberapa bulan kemudian Bouvier menjualnya pada US$ 127,5 juta kepada miliarder pebisnis kalium karbonat bernama Dmitry Rybolovlev dari Rusia.

Pada 2014, Rybolovlev mendapat perintah pengadilan utk membayar US$ 4,5 miliar kepada mantan istrinya. Perceraian mereka disebut-sebut sbg kesepakatan cerai termahal sedunia.

Mungkin itulah alasan Rybolovlev menjual lukisan itu pada Rabu lalu melalui balai lelang Christie’s yg hadir di Hong Kong, San Francisco, London, & New York.

Seni sekarang ini telah sedemikian komersial sehingga lukisan-lukisan dibeli & dijual sekadar spekulasi judi oleh para miliarder. Ada kemungkinan bahwa pembeli misterius Salvator Mundi hanya memikirkan agar lukisan itu meraup keuntungan.


PT Solid Gold Berjangka
Solid Gold Berjangka
 

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 14.54

Kamis, 16 November 2017

Solid Gold | Ini Hasil Pengujian Honda CRF 150L di Habitat Aslinya


Solid Gold | Bandung - Astra Honda Motor (AHM) memberikan kesempatan bagi jurnalis untuk menjajal Honda CRF 150L lewat test ride yg berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/11). Ini merupakan kali kedua bagi Team setelah melakukan first ride di kawasan Pagedangan, Tangerang, Banten, pada 9 November 2017.

Bedanya, saat pengetesan pertama di Pagedangan dilakukan di trek buatan. Meski begitu terdapat banyak rintangan yg bisa dibilang cukup untuk merasakan performa motor sekaligus kemampuan berkendara.

Rintangan yg tersaji di lintasan 100 persen tanah ini cukup lengkap, mulai dari bergelombang, trek panjang dengan kondisi mulus, tanjakan terjal, turunan curam, hingga kubangan.

Tapi kondisi 100 persen berbeda tersaji di Bandung. Berlangsung di kawasan Dago, CRF 150L benar-benar disiksa di habitat aslinya, yakni wilayah pegunungan.

Sebelum memulai perjalanan, kami mengenakan riding gear seperti helm plus google, sarung tangan & sepatu motor trail. Agar tambah safety dikenakan pula protektor dada, sikut & lutut. Setelah itu kami melakukan stretching untuk menghindari otot tegang.

Kesan pertama kami saat melihat motor ini cukup jangkung. CRF 150L memiliki dimensi panjang 2.119 mm, lebar 793 mm, & tinggi 1.153 mm. Sementara jarak sumbu roda & jarak tempat duduk masing-masing 1.375 mm & 869 mm, dengan jarak terendah ke tanah 285 mm.

Tapi saat diduduki oleh penguji Team yg memiliki tinggi badan 175 dengan bobot 92 kg, shock belakang seperti amblas. Itu menjadi isyarat jika suspensi belakang memiliki daya redam yg cukup baik. Kedua kaki pun bisa menapak ke tanah dengan sempurna.

Diangkatnya bendera start oleh Direktur Marketing AHM, Thomas Wijaya menjadi tanda dimulainya "Fun Off Road Touring with Honda CRF 150L". Kami pun langsung tancap gas ke Bukit Moko sbg titik pemberhentian pertama.

Untuk menuju lokasi ini kami melewati jalur on road berupa aspal & beton. Boleh dibilang lokasi ini menjadi awal penyiksaan CRF 150L karena terdapat beberapa titik tanjakan. Saking terjalnya, motor tak sanggup naik menggunakan gigi dua.

Sesampainya di Bukit Moko, teknisi AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) mengurangi tekanan ban. Artinya jalur off road segera dimasuki.

Perjalanan kembali dilanjutkan, tapi kali ini turunan curam yg mesti dihadapi. Rem cakram Wavy Disc 240 mm di depan & 220 mm di belakang milik CRF 150L begitu pakem. Saat melewati turunan curam ini tentunya sangat berbahaya jika terlalu banyak ngerem, oleh karena itu kami memilih memanfaatkan engine brake dari gigi satu.

Trek Berlumpur

Memasuki kawasan hutan pinus, jalanan 100 persen tanah menyapa. Konturnya licin & cenderung gembur karena beberapa hari terakhir wilayah ini selalu diguyur hujan, termasuk sehari sebelum acara dimulai. Beruntung saat tes kemarin cuaca bersahabat lantaran berawan sehingga tidak panas & udara menjadi sangat sejuk.

Jalur yg kami lewati kini tidak lagi padat permukaannya. Kondisi ini akan kami tempuh sejauh 20 kilometer lebih. Baru masuk kawasan off road ini beberapa rekan jurnalis "mencium tanah" karena saking licinnya trek.

Tanah yg tadinya gembur berubah menjadi lumpur. Beberapa kali kami "nyangkut" karena saking dalamnya lumpur. Ban pacul ukuran 2.75 – 21 45P di depan & 4.1 – 18 59P di belakang yg dipakai CRF 150L kehilangan traksi karena sudah tertutup lumpur. Beruntung ada tim rescue yg membantu sehingga perjalanan bisa kembali dilanjutkan.

Untuk memudahkan melewati lintasan berlumpur seperti ini kami harus fokus pada satu jalur yg dilewati motor-motor sebelumnya. Agar tidak nyangkut lagi, selongsong gas harus terus dimainkan agar ban mendapatkan traksi. Buka tutup gas terus kami lakukan agar bisa terus melaju.

CRF 150L yg menggunakan mesin 4-Tak SOHC satu silinder berkapasitas 149 cc. Output yg dihasilkan 12,7 Tk pada putaran 8.000 rpm dengan torsi puncak 12,43 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga yg dimiliki motor ini cukup tangguh melewati jalur berat ini.

Sistem injeksi yg selama ini dikhawatirkan kala adventure seperti ini tidak menemui kendala. Tenaga mesin tidak terasa ngempos meski terjebak dalam lumpur.

Menurut anggota Trabas Bandung yg mengawal touring ini, jalur yg dilintasi merupakan level tiga (3). Itu artinya tingkat kesulitan jalur ini cukup tinggi. Tidak hanya performa mesin yg diuji tapi juga fisik si penunggang CRF 150L.

Keluar hutan kami menuju jalur pedesaan. Kali ini sistem suspensi yg benar-benar diuji karena jalur yg ditempuh bergelombang & didominasi bebatuan. Batu-batu itu cukup licin sehingga kami harus ekstra fokus agar tidak terjatuh. Bisa dibayangkan dong terjatuh di jalur ini sakitnya seperti apa.

Kami juga sering dengan sengaja menghajar lubang maupun kubangan untuk mengetahui kemampuan kedua shock tersebut. Hasilnya, suspensi depan up side down berdiameter 37 mm dengan Stroke 225 mm & Monosuspension with Pro-Link Suspension System dengan Axle Travel 207 mm mampu bekerja dengan sangat baik.

Saking empuknya, suspensi mampu meredam guncangan sehingga getaran tidak terlalu terasa ke setang, alhasil memberikan rasa nyaman & memudahkan pengendalian.

Secara keseluruhan, CRF 150L cukup memuaskan dari segi performa mesin maupun sistem suspensi & pengeremannya.

Menariknya, menempuh jarak kurang lebih 40 km dengan kondisi jalan yg ekstrem & buka tutup gas terus, indikator bensin pada meter cluster full digital tidak turun satu bar pun. Ini membuktikan motor dengan kapasitas tangki 7,2 liter ini cukup irit.

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 13.57

Kamis, 09 November 2017

Solid Gold Berjangka | Kemlu RI Perlu Pastikan Status Kewarganegaraan Minhati Madrais



PT Solid Gold Berjangka | Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memaparkan, masih harus memastikan status kewarganegaraan Minhati Madrais, perempuan yg menurut sejumlah keterangan otoritas, merupakan istri dari salah satu pemimpin kelompok teroris Maute di Marawi.

Proses mengonfirmasi, kewarganegaraan Minhati dilakukan agar otoritas Indonesia mampu mengambil langkah selanjutnya. Khususnya terkait potensi proses & pidana hukum yg mungkin akan menimpa perempuan asal Bekasi itu.

"Pada tahap in,i kita harus mengonfirmasi status kewarganegaraannya," kata Arrmanatha Nasir, Juru Bicara Kemlu RI di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

"Kami baru bisa mengambil langkah selanjutnya setelah dapat konfirmasi. KJRI Davao di Filipina sdh mewakili Kemlu utk melakukan konfirmasi awal. Selanjutnya kita masih harus melakukan pendalaman," tambahnya.

Arrmanatha melanjutkan, proses awal konfirmasi telah dilakukan beberapa hari usai Minhati ditangkap oleh otoritas Filipina di Iligan City, Provinsi Lanao del Norte pada Minggu 5 November lalu.

"Begitu mereka ditahan, polisi Filipina melakukan komunikasi & investigasi dgn yg ditahan itu. Dari hasil ke situ, polisi mengambil kesimpulan bahwa yg ditangkap adalah orang Indonesia," jelas Arrmanata.

Setelah itu, kepolisian setempat mengeluarkan notifikasi konsuler kpd aparat Indonesia dgn menyampaikan bahwa ada warga negara yg ditahan atas dugaan pelanggaran hukum.

"Berdasarkan notifikasi konsuler itu, kita minta akses konsuler. Kemudian kita wawancara. Di situ tahap verifikasi kita, dgn wawancara, pengecekan paspor, sidik jari, & facial recognition yg bersangkutan," papar pria yg akrab disapa Tata itu.

"Kita cek juga asal daerahnya, benarkah sesuai dgn individu yg bersangkutan. Data itu kemudian kita kirim ke Jakarta."

Arrmanatha mengatakan, proses serupa turut dilakukan kpd Muhammad Ilham Syahputra, WNI yg ditangkap Marawi pada 1 November lalu

"Contohnya, Ilham. Dari investigasi awal, ia mengatakan dari Medan & lain sebagainya. Maka kita lakukan verifikasi itu juga, cek fingerprint, facial recognition, & verifikasi dokumen," paparnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai nasib keenam anak Minhati yg ikut ditangkap, Arrmanatha menjelaskan, "Tentang anak-anaknya, kita harus tentukan dulu konfirmasi status kewarganegaraan Minhati."

"Setelah itu, kita lihat, kalau memang sdh confirm, baru kita ambil langkah selanjutnya. Kita gak bisa ambil langkah tertentu sebelum ada konfirmasi itu."

Istri Omar Maute Ditangkap

Minhati Madrais bersama keenam anaknya ditangkap oleh otoritas Filipina pada 5 November 2017 lalu.

Menurut aparat setempat, perempuan itu diduga memiliki kaitan dgn kelompok teroris Maute di Marawi.

"Tim gabungan Armed Forces of the Philippines (AFP) & Kepolisian Nasional Filipina (PNP) telah melakukan penangkapan terhadap seorang WNI bernama Minhati Madrais beserta enam anaknya," papar Brigjen Pol. Rikwanto, Karopenmas Divisi Humas Polri yg menerima kabar dari kepolisian Filipina.

"Enam anaknya terdiri dari empat perempuan & dua laki-laki. (Penangkapan di lakukan) di 8017 Steele Makers Village, Tubod Iligan City," lanjut pesan singkat dari Rikwanto.

Lewat pesan singkat, Rikwanto juga menjelaskan, "Minhati Madrais adalah WNI asal Bekasi yg menjadi istri dari salah satu pimpinan Maute Group, Omar Khayam Maute yg sebelumnya telah tewas dalam operasi militer Filipina di Marawi."

Dalam penangkapan itu, papar Rikwanto, otoritas Filipina menyita beberapa barang bukti milik Minhati Madrais.

"Beberapa barang bukti yg disita adalah empat buah blasting cap (komponen detonator), dua buah kabel detonator, & satu time fuse. Selain itu, Minhati juga membawa paspor yg telah habis masa berlakunya," tambah pesan singkat tersebut.

Saat ini, Minhati bersama anaknya berada di kantor polisi Iligan City utk menjalani pemeriksaan, kata Rikwanto dalam pesan singkatnya.

Minhati Madrais diketahui lahir di Bekasi, 9 Juni 1981. Menurut catatan imigrasi Filipina, perempuan itu tiba di Manila tahun 2015. Visa Minhati telah 30 hari diperpanjang & telah habis masa berlakunya pada 30 Januari 2017.

Solid Gold
 
Solid Gold Berjangka

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 15.52

Senin, 30 Oktober 2017

Solid Gold Berjangka | 6 Banjir Paling Mematikan Sepanjang Sejarah



Solid Gold | Jakarta - Di Amerika Serikat, Badai Harvey telah memicu rentetan banjir terburuk dalam sejarah negeri itu.

Sekitar 35 ribu orang terpaksa mengungsi karena ribuan rumah terendam banjir yang menelan hingga 30 persen wilayah Harris County di negara bagian Texas.

Negara bagian itu berpenduduk 4,5 juta orang. Hingga 30 Agustus 2017, dilaporkan ada 38 korban meninggal dunia.

Dengan tingkat bencana separah itu, ternyata sejarah dunia juga diisi dengan kisah-kisah banjir yang lebih parah lagi. Jumlah korban banjir bisa hingga jutaan orang ditambah dengan kerugian harta benda senilai miliaran dolar.

Akibat banjir-banjir tersebut, ratusan ribu kilometer persegi pertanian rusak selamanya. Kota dan desa pun rusak, demikianjuga dengan pembentukan ulang garis-garis pantai.

Disarikan dari listverse pada Selasa (5/9/2017), berikut ini adalah 7 banjir paling mematikan dalam seabad belakangan:

1. Banjir Laut Utara, 1953

Banjir Laut Utara biasanya terjadi di kawasan lain sekitar laut itu, tapi pernah juga melanda Lautan Irlandia di lepas pantai barat Inggris.

Pada Januari 1953 air yang meluap menenggelamkan kapal feri penumpang Princess Victoria karena kapten kapal nekat menyeberang Laut Irlandia walaupun sudah dilarang. Sebanyak 133 dari total 179 orang di atas kapal meninggal dunia.

Tapi feri itu bukan satu-satunya korban siklon yang menyebabkan banjir. Di Belanda dan Belgia, penghalang laut pun ambruk akibat Perang Dunia II dan sistem peringatan masih belum memadai.

Di Inggris, sistem peringatan lebih baik, tapi banjir menerjang di malam hari ketika radio tidak dipancarkan dan orang-orang sedang tidur. Banjir, kerusakan, dan kerugiannya luar biasa.

Ratusan ribu akre wilayah terbenam dan puluhan ribu properti rusak atau hancur. Demikian juga dengan matinya ternak-ternak dan tenggelamnya kapal-kapal di lautan.

Banyak orang yang berhasil mengungsi, tapi 307 warga tewas di Inggris, 1.836 di Belanda, 17 di Skotlandia, dan 22 orang di Belgia.

Sebanyak 230 meninggal dunia di laut, termasuk mereka yang ada di atas feri Princess Victoria.

Kerugian bencana yang jauh di luar dugaan menjadi alasan perbaikan pertahanan laut, sistem peringatan, dan manajemen banjir.

2. Banjir Bendungan Banqiao, 1975

Pada 8 Agustus 1975, Sungai Ru di provinsi Henan, China meluap dengan cepat.

Jika warga tidak cukup menimbun karung-karung pasir pada di Bendungan Banqiao pada waktunya, maka banjir besar akan melanda wilayah itu dan mengancam jutaan jiwa, menghancurkan properti dan merusak lahan yang luas.

Untuk sementara waktu, sepertinya kerja keras berhasil dan banjir seakan surut. Tapi, sebentar kemudian, volume air sebanyak 280 ribu kolam renang ukuran Olimpik mendobrak bendungan, menelan kota-kota dan menewaskan 171 ribu populasi setempat.

Selama 30 tahun, catatan kejadian bencana itu disegel dan baru mulai diperiksa oleh para peneliti pada 2005.

Bendungan itu selesai dibangun pada 1952 di atas Sungai Huai. Bendungan Banqiao, sebagaimana bendungan-bendungan lain, tetap dibangun walaupun telah diperingatkan oleh ahli hidrologi bernama Cheng Xing.

Ia memperingatkan tentang pembangunan berlebihan yang dapat menaikkan permukaan air di provinsi Henan ke tingkat berbahaya. Tapi, sejak 1950-an hingga 1970-an, pemerintah membangun ratusan bendungan dan 87 ribu reservoir di seluruh negeri.

Pada saat Bendungan Banquai jebol, ada suatu taifun yang membawa angin dingin ke atas Henan. Dalam waktu 24 jam, hujan turun sangat deras pada malam hari dan bahkan sampai membunuh burung-burung.

Untuk membatasi banjir di hilir, katup pintu air dibuka sebagian. Ketika saluran komunikasi putus, tidak ada yang tahu kapan harus membukanya. Ketika petugas kemudian membukanya, sudah terlambat karena air sudah naik lebih cepat daripada kecepatan aliran keluar dari pintu air.

Bendungan jebol dan melimpahkan air hingga kecepatan 50 kilometer per jam ke desa yang tak berpelindung sehingga menenggelamkan desa dan para warga nya hanya dalam hitungan beberapa menit.

3. Banjir Sungai Yangtze, 1911

Pada September 1911, banjir sungai Yangtze berdampak pada 4 provinsi China hingga seluas 1.800 kilometer persegi dan menghancurkan rumah 500 ribu warga. Sekitar 100 ribu orang tenggelam dan 100 ribu lagi dibunuh oleh "para bandit yang kelaparan."

Wilayah yang tadinya subur, hijau, dan menjadi lumbung pangan bagi 2 juta orang, sekarang menjadi laut di pedalaman sehingga tanaman pangan, ternak, atau manusia tidak bisa bertahan hidup.

Hanya beberapa jam setelah mulainya, banjir raksasa itu menenggelamkan seluruh kota Suchow bersama dengan ribuan warganya.

Garong-garaong menjarah Kapel Baptis Amerika dekat Ch'uisan, membunuh para misionaris, dan merusak bangunan kapel.

Banjir juga menerjang sebuah tempat pemakaman umum sehingga mendongkel peti-peti mati dari dalam tanah. Ribuan peti mati pun mengambang di sungai.

4. Banjir Sungai Kuning, 1938

Pada 1938, selagi berlangsungnya konflik Perang Perlawanan Anti-Jepang (1937-1945) di China, pasukan Nasionalis China menjalankan suatu misi meledakkan tanggul di Sungai Kuning untuk memperlambat majunya pasukan Jepang.

Sebagai akibatnya, sungai meluber ke tanah-tanah pertanian, mengusir jutaan orang dari rumah mereka dan menewaskan ratusan ribu warga.

Lenyapnya sistem tanggul juga meniadakan infrastruktur pengendalian air di kawasan sehingga memperparah penderitaan hingga akhir 1940-an dan awal 1950-an.

Misi militer itu memang sukses mencegah pencaplokan Zhengzou oleh pasukan Jepang, tapi banjirnya melalap 54 kilometer persegi tanah pertanian dan menewaskan antara 500 ribu hingga 900 ribu warga sipil dan banyak pasukan Jepang.

5. Banjir Hanoi dan Delta Sungai Merah, 1971

Delta sungai Merah diairi oleh sungai Merah itu sendiri dan kemudian menerima air dari sungai Da, Thao, dan Lo. Dengan demikian, Hanoi dan kawasan sekitarnya rentan terkena banjir, termasuk beberapa banjir yang ganas.

Banjir terburuk di kawasan ibukota terjadi pada 1971, walaupun sudah ada sistem tanggul, reservoir hulu, pengalihan banjir, daerah tangkapan air, dan beberapa cara lain untuk melindungi kawasan.

Terpaan air bah mengalir melewati kawasan hingga merusak 4 provinsi dan menghancurkan properti senilai US$ 1 miliar.

Menurut dinas kelautan dan atmosfer AS (National Oceanic and Atmospheric Administration, NOAA) banjir Sungai Hanoi dan Sungai adalah salah satu banjir terbesar pada Abad ke-20.

Banjir itu menewaskan sekitar 100 ribu jiwa dan berdampak pada jutaan orang lain.

6. Banjir China 1931

Banjir musim panas di Sungai Yangtze pada 1931 terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Banjir itu adalah banjir paling mematikan hingga sekarang.

Bencan itu berdampak kepada seperempat penduduk China pada masanya, yaitu sekitar 51 juta orang. Sekitar 3,7 juta orang tenggelam atau meningal karena kelaparan dan penyakit.

Sungai Yangtze memiliki panjang sekitar 6.301 kilometer dan menjadi sungai terpanjang di Asia. Pada musim semi, hujan salju musim dingin mulai mencair sehingga sungai meluap.

Ditambah lagi dengan hujan deras selama Juli dan Agustus. Suatu banjir pada 18 Agustus menyebabkan kerusakan properti senilai US$ 2 miliar dn menewaskan 145 ribu orang.

Banjir Sungai Yangtze berdampak pada 10 provinsi, merusak 186 kecamatan dan kota, berdampak pada 8,38 juta akre lahan pertanian, dan menggagalkan panen beras yang mengakibatkan kelaparan. Banjir itu juga menyebarkan penyakit semisal tifoid dan disenteri.

Kesalahan manusia juga menjadi penyebab banjir. Penggundulan berlebihan di sepanjang daerah aliran sungai menyisakan sedikit tanaman tadah hujan, sehingga kelebihan air meningkatkan tinggi permukaan sungai-sungai utama.


Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 13.49

Selasa, 24 Oktober 2017

Solid Gold Berjangka | Saat Pedagang Kopi Keliling Bangga dengan Kehebatan Putrinya



Solid Gold Berjangka | Monica (15), putri seorang pedagang kopi keliling di Jakarta, berkesempatan menyuarakan perlawanan kekerasan seksual terhadap anak di kancah internasional. Tentu saja itu merupakan sebuah pengalaman berharga sepanjang hidupnya.

Monica & dua perwakilan dari Indonesia lainnya,  yaitu Kristianus Tigor Kogoya (16) dari Jayawijaya, Papua, & Lusia Futboe (16) dari Kupang, Nusa Tenggara Timur mewakili Indonesia untuk menghadiri undangan The WHO 8th Milestones of Global Campaign for Violence Prevention Meeting pada 19-20 Oktober 2017 di Ottawa Kanada.

Monica menulis sebuah artikel bertema perlawanan kekerasan seksual terhadap anak. Berkat artikelnya itu ia berkesempatan bertemu para perwakilan negara lain & berbagi kisah di sana.

"Saya menceritakan kekerasan seksual terhadap anak yg sering saya lihat di lingkungan saya. Pulang dari Kanada saya ingin membagikan kisah & pelajaran yg telah saya terima dari Kanada," kata Monica ketika ditemui di gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Republik Indonesia, Senin (23/10/2017).

Namun kisah hidup Monica tak semudah remaja pada umumnya. Selama ini monica tinggal di sebuah asrama milik Yayasan Sahabat Manusia Pembutuh Cinta (HAMBA) di Yogyakarta. Ia di sana hanya bersama kakak kandungnya, David (18).

Di asrama di Jogya itu Monica mengikuti banyak kegiatan yg membuat dirinya bertumbuh menjadi gadis yg aktif, ritis & kemudian terpilih menjadi perwakilan Indonesia menuju Kanada.

 Ayahnya sudah lama meninggal karena kecelakaan saat berangkat kerja. Ibunya, Purwati hanya seorang pedagang kopi keliling di Jakarta. Kehidupan Purwati di Jakarta lekat dgn kesulitan. Ia sempat menikah lagi tetapi suami barunya meninggalkan dia.

Purwati memiliki KTP yg beralamat di Jalan Dahlia RT 08 RW 01 Kramat, Senen, Jakarta Pusat. Namun tempat tinggalnya itu ternyata terkena penggusuran. Ia kemudian hidup berpindah-pindah. Kondisi Purwati yg demikian membuat dirinya sulit dicari pada detik-detik jelang keberangkatan Monica ke Kanada. Soalnya, tanda tangan Purwati diperlukan untuk pengurusan visa Monica.

Setelah serangkaian pencarian, akhirnya Purwati ditemukan di tempat tinggal barunya di pertigaan Jalan Gandasuri belakang LP3I Jakarta Pusat.  Monica pun terbang ke Kanada.

Sepulang dari Kanada, Monica dipertemukan dgn Purwati. Saat itu Monica & kedua temannya, diundang Kementerian Perlindungan Perempuan & Anak untuk memaparkan pengalaman mereka selama beberapa hari di Ottawa, di depan Pri Budiarta, Sekretaris Menteri PPA, anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), & sejumlah aktivis sosial.

Mata Purwanti terus menatap putrinya saat dia memberikan pemaparan dgn suaranya yg lantang. Sesekali Purwanti tersenyum & mengusap air mata, tanda bangga yg tak mampu lagi dibendung.

"Saya orang enggak punya, tapi anak saya kok pinter begitu, enggak malu-malu bicara di depan umum. Saya enggak nyangka," tutur Purwanti dgn mata berkaca-kaca.



Solid Gold

(PT Solid Gold Berjangka - Zams)

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 10.12