Kamis, 10 Juli 2014

Pemerintah AS Khawatirkan Pembelian Lenovo

Filled under:




Para pejabat keamanan dan Komite Investasi Asing Amerika Serikat (AS) khawatir dengan rencana akuisisi Lenovo atas unit bisnis server low-end milik International Business Machines (IBM) karena isu mata-mata yang dilakukan pemerintah Tiongkok.

Seorang sumber yang dekat dengan isu ini mengatakan kepada The Wall Street Journal, pemerintah AS khawatir mesin server IBM yang digunakan dalam jaringan komunikasi dan pusat data di Amerika Serikat, dapat diakses dari jarak jauh oleh Tiongkok.

Kini, pihak Lenovo dan IBM sedang berusaha meyakinkan regulator di AS terkait isu keamanan ini. Sumber The Wall Street Journal menambahkan, pihak IBM berjanji akan tetap memberi perawatan teknis pada produknya untuk jangka waktu tertentu setelah Lenovo resmi mengakuisisi.

Rencana Lenovo mengakuisisi unit bisnis server low-end IBM diumumkan pada Januari 2014. Lenovo harus mengeluarkan dana 2,3 miliar dollar AS untuk akuisisi ini.

Dengan melepas bisnis server low-end, maka IBM tak lagi membuat server dengan arsitektur prosesor x86. IBM akan fokus ke segmen bisnis peranti lunak dan layanan untuk korporasi.

Sementara bagi Lenovo, pembelian unit bisnis baru ini diharapkan bisa memberi pendapatan dari sumber yang berbeda karena selama ini Lenovo fokus pada bisnis komputer pribadi, ponsel pintar, dan tablet.

Akuisisi menjadi "strategi kunci" Lenovo untuk masuk dan sukses dalam sebuah bisnis. Hal ini bisa dilihat setelah perusahaan asal Tiongkok itu membeli unit bisnis komputer pribadi ThinkPad dari IBM pada 2005.

Kala itu, Lenovo punya misi untuk menjadi produsen komputer pribadi terbesar di dunia. Suatu misi yang kala itu terdengar mustahil. Akan tetapi, delapan tahun kemudian, Lenovo sukses membuktikan misinya menjadi "raja" dalam bisnis komputer pribadi.

Menurut lembaga riset IDC, Lenovo masih menjadi produsen komputer pribadi terbesar pada kuartal pertama 2014 dengan pangsa pasar 17,7 persen. Hewlett-Packard (HP) berada di peringkat kedua dengan 17,1 persen, lalu diikuti oleh Dell dengan 13,4 persen.

0 komentar :

Posting Komentar