Jumat, 07 Juli 2017

Solid Gold | Qatar Bergeming Soal Tuntutan, Arab Cs Pertahankan Blokade

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Negara-negara Arab menyatakan akan tetap memberlakukan blokade terhadap Qatar setelah Doha memberikan respon ‘negatif’ terhadap mereka ajukan sebelumnya.



Di sisi lain, Qatar menyerukan dialog untuk menyelesaikan sengketa, menyusul pembicaraan yg dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi agar semua pihak ‘melakukan negoisasi konstruktif’.

Adapun dlm pertemuan di Kairo, Menteri Luar Negeri Mesir, Arab Saudi, Bahrain & Uni Emirat Arab, menyatakan penyesalan mereka atas ‘respons negatif’ yg diberikan Qatar mengenai tuntutan tersebut.

Menlu Mesir Sameh Shoukry mengatakan respons Qatar atas blokade negara Teluk 'tidak memiliki substansi' & 'merefleksikan kurangnya pemahaman atas situasi yg terjadi'.

Pertemuan di Kairo itu dilakukan sebulan setelah empat negara itu memutus hubungan diplomatik dgn Qatar & menuding Doha memberi dukungan pada ekstremisme.

Pada pertemuan tersebut jg menlu dari empat negara memutuskan mempertahankan blokade terhadap Qatar.

“Blokade akan tetap berlaku,” kata Menlu Saudi Adel al-Jubeir dlm sebuah konferensi pers di Kairo.

Selain itu keempat negara Arab itu menyebut akan mengumumkan sanksi baru terhadap Qatar “di saat yg tepat.”

Arab Saudi & sekutu-sekutunya belum mengatakan langkah yg akan mereka ambil selanjutnya.

Namun ada kekhawatiran embargo yg lebih luas bisa merugikan ekonomi Qatar.

Lembaga pemeringkat kredit Moody's mengumumkan bahwa pihaknya mengubah pandangan terhadap Qatar menjadi negatif atas krisis tersebut.

Sementara, Menlu Uni Emirat Arab Anwar Gargash memprediksi adanya isolasi lebih jauh terhadap Qatar.

Baca Juga : Penipuan Berkedok Rekrutmen Karyawan

“Isolasi yg lebih jauh & langkah-langkah tambahan dilakukan karena Doha terus memberikan dukungan pada ekstremisme & terorisme,” kata Gargash, melalui Twitter.

Sebelumnya, pada 22 Juni, negara Arab menuntut 13 hal pada Qatar jika ingin blokade berakhir.

Beberapa diantaranya, menghentikan dukungan pada kelompok Ikhwanul Muslimin & menutup media Al-Jazeera.

Tuntutan lainnya adalah mengurangi kedekatan hubungan dgn Iran, yg merupakan rival Arab di kawasan, serta menutup basis militer Turki di Doha.

Tuntutan itu harus dipenuhi dlm waktu 10 hari & Qatar diberi waktu tambahan 48 jam untuk merespons.

Pada Senin, Qatar menjawab tuntutan tersebut.

Meskipun jawaban Qatar tidak dipublikasikan, namun Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menyebut tuntutan tersebut “tidak realistis & tidak bisa dilakukan”.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

0 komentar :

Posting Komentar