Kamis, 13 Juli 2017

PT Solid Gold Berjangka | Baghdadi, Pemimpin ISIS Yg Menolak Mati

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Pemimpin kelompok teror ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, kembali dilaporkan tewas.

Kabar kematian ini sudah sempat beberapa kali muncul sehingga peristiwa kali ini masih mengundang pertanyaan.



Laporan ini berasal dari kelompok pemerhati HAM yg berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, beberapa hari setelah pasukan Irak merebut kembali Mosul yg sudah dikuasai ISIS sejak 2014 lalu.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Juni lalu menyatakan serangan udara pasukannya di pinggiran Raqqa, Suriah, kemungkinan turut menewaskan Baghdadi.

Amerika Serikat menyatakan tidak dapat menguatkan kabar tersebut sementara pemerintah Irak & negara-negara Barat bersikap skeptis.

Kematian Baghdadi jg beberapa kali diumumkan sebelum kejadian itu.

Di saat yg sama, Syrian Observatory for Human Rights jg mempunyai catatan yg cukup kredibel dlm melaporkan kejadian-kejadian seputar konflik Suriah.

Sementara itu, sejumlah media & akun media sosial yg terkait dgn ISIS sejauh ini masih bungkam.

Catatan Reuters, Baghdadi lahir dgn nama Ibrahim Awad al-Samarrai pada 1971 silam di Tobchi, daerah kumuh di dekat Samarra, di utara Baghdad.

Dia bergabung dgn kelompok pemberontak pada 2003 lalu, saat AS menginvasi Irak.

Saat itu, ia tertangkap oleh pasukan AS & dibebaskan setahun setelahnya karena dianggap sbg penghasut warga sipil alih-alih ancaman militer.

Baru pada 4 Juli 2014 ia menjadi pusat perhatian dunia.

Di mimbar masjid al-Nuri di Mosul, pria yg lahir dari sebuah keluarga penceramah ini mengumumkan kekhalifahan ISIS.

Ribuan orang dari seluruh dunia mendatangi Irak & Suriah untuk menjadi pasukan negara bentukannya.

Baca Juga : Kenali Modus Penipuan Internet Banking

Di puncak kekuasaannya dua tahun lalu, wilayah ISIS menaungi jutaan orang dari bagian utara Suriah melalui kota-kota kecil & desa-desa di sepanjang sungan Tigris & Euphrates hingga ke Baghdad.

Mereka mengklaim atau menginspirasi puluhan serangan teror di kota-kota besar termasuk Paris, Nice, Orlando, Manchester, London, Berlin hingga Jakarta.

Kematian Baghdadi, pria yg mendeklarasikan kekhalifahan gadungan dari sebuah masjid di Mosul pada 2014 silam, akan kembali menjadi pukulan telak bagi para militan yg kini sudah banyak kehilangan wilayahnya ini.

Amerika Serikat menjanjikan imbalan $25 juta untuk orang yg menangkapnya.

Jumlah itu samam dgn yg ditawarkan saat mereka memburu pemimpin Al-Qaidah Osama bin Laden & penerusnya, Ayman al-Zawahri.

Di Irak, ISIS melakukan sejumlah serangan termasuk bom truk pada Juli 2016 yg menewaskan 324 orang di Baghdad.

Serangan itu menjadi yg terbesar sejak era invasi AS.

"Kami punya informasi yg sudah dikonfirmasi sejumlah petinggi, termasuk salah satu perwira berkewarganegaraan Suriah di wilayah ISIS di bagian timur Deir al-Zor," kata Rami Abdulrahman, direktur Syrian Observatory for Human Rights, soal kabar kematian Baghdadi.

Namun, kabar itu hingga kini masih belum dikonfirmasi oleh pihak yg berperang.

Di Irak, Kolonel Angkatan Darat AS Ryan Dillon, juru bicara koalisi anti-ISIS yg dipimpin Amerika, mengatakan dirinya belum bisa memastikan kematian Baghdadi.

Jenderal teringgi AS di Irak pun setelah itu mengatakan masih belum ada informasi yg konkret.

"Di tengah semua laporan dari seluruh sumber yg membantu kami, saya belum bisa mengonfirmasi maupun menampik soal keberadaannya, atau apakah dia masih hidup atau tidak."

"Untuk dicatat, saya sangat berharap dia sudah mati," kata Letnan Jenderal Stephen Townsend dlm konferensi pers.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

0 komentar :

Posting Komentar