Jumat, 04 November 2016

SOLID GOLD | Rusia Beli Properti di Finlandia, Persiapan Invasi?

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Pihak keamanan Finlandia mengendus pembelian besar-besaran properti di negeri itu.

Aksi tersebut, spt diberitakan media lokal, diduga dilakukan oleh pihak Rusia ,yg diperkirakan sebagai salah satu persiapan invasi di masa depan yg diklaim mampu meletuskan Perang Dunia III.

Sebuah laporan yg baru-baru ini terbit  menguak bahwa biro intelijen Finlandia, Supo, mencurigai pembelian properti oleh pihak asing.

Mereka khawatir kepemilikan rumah-rumah tinggal itu digunakan saat situasi genting terjadi pada masa depan.

"Berbagai tindakan yg terkait dgn persiapan situasi krisis di masa depan secara konstan telah diinvestigasi oleh Supo," tulis laporan itu.

"Itu bisa saja berupa transaksi lahan dgn harga di bawah pasar," lanjut laporan itu.

Masih menurut laporan itu, seorang tuan tanah bisa membangun konstruksi real estate yg bisa dimanfaatkan negara asing dalam situasi krisis.

Menggunakan mereka untuk menutup rute transportasi & menampung pasukan rahasia, misalnya.

BACA JUGA :  Pesona Unik Artis Hollywood Berdarah Timur Tengah | PT Solid Gold Berjangka
http://bit.ly/2fhPvFs


Ada hubungan antara laporan itu & pasukan rahasia khusus Rusia yg disebut, 'orang kecil berwarna hijau' yg mengokupasi properti & tanah pada tahun 2014 saat aneksasi Krimea, tulis tabloid Iltalehti.

Laporan menunjukkan Supo punya kekhawatiran tentang Moskow yg bertindak untuk menegaskan kewenangannya di perbatasan dgn Finlandia melalui pembelian properti, menurut surat kabar itu.

Departemen Pertahanan mulai mengamati penawaran properti yg melibatkan tanah & real estate lainnya yg dianggap penting untuk keamanan Finlandia.

Pada bulan Oktober, menteri pemerintah di Finlandia mengatakan mereka menjadi semakin khawatir tentang kampanye serangan propaganda distabilitas dari Rusia.

Kepala komunikasi pemerintah, Markku Mantila mengatakan, pejabat Finlandia baru-baru telah mengamati rentetan serangan media di Moskow terhadap negaranya.

Pada awal bulan ini, kementerian pertahanan Finlandia menegaskan pihaknya menugaskan patroli pesawat dua kali dalam 24 jam untuk memantau dugaan wilayah pelanggaran  udara oleh jet tempur Rusia.

Pada tahun 2014, mantan penasehat Vladimir Putin mengatakan presiden Rusia ingin "merebut kembali kepemilikan" atas Finlandia karena ia percaya itu "miliknya".

(Prz - Solid Gold)

0 komentar :

Posting Komentar