Rabu, 30 November 2016

SOLID GOLD | CIA Berkali-kali Coba Bunuh Fidel Castro Tapi Selalu Gagal

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Mantan Presiden Kuba yg juga pemimpin revolusi Fidel Alejandro Castro Ruz atau akrab disebut Fidel Castro mengembuskan napas terakhir di usia 90 tahun, Sabtu (26/11).


Penyebab pasti meninggalnya Castro belum diketahui.

Beberapa kalangan menyebut dia meninggal karena masalah kesehatan.

Siapa sangka sahabat dari presiden Indonesia pertama Soekarno tersebut sudah mengalami percobaan pembunuhan sebanyak 634 kali selama hidupnya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh mantan pimpinan agen rahasianya.

Beberapa di antaranya dilakukan oleh Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA).

Percobaan pembunuhan terhadap Castro paling terkenal terjadi pada 1960.

Saat itu CIA mencoba membunuh Castro dgn racun.

Setahun setelah Castro merebut kekuasan, CIA mengirim orang tidak dikenal untuk memberi satu kotak rokok kepada Castro.

Rupanya, rokok tersebut mengandung botulinu, racun yg mampu membunuh siapapun saat masuk ke dalam mulut.

Tentu saja, Castro tidak pernah mengisap rokok tersebut.

Tidak dijelaskan juga bagaimana kabar orang tidak kenal yg melakukan percobaan pembunuhan tersebut.

Yang kedua & yg paling unik adalah percobaan pembunuhan dgn 'memanfaatkan' perempuan.

Ceritanya mirip dgn film James Bond.

CIA mengirimkan agen rahasia pada akhir 1959 untuk menjadi kekasih Castro.

Perempuan tersebut ditugaskan untuk memberi dua pil botulism ke dalam minuman Castro.

Namun, lagi-lagi percobaan tersebut gagal karena Castro lebih cepat menyadarinya.

Selain itu, Castro yg dikenal berani malahan memberikan pistol kepada perempuan itu & menyuruh dia menembak Castro, yg tentu saja tidak dilakukan.

Keduanya malah menghabiskan satu malam dgn bercinta.

Baca Juga : 5 Foto Paling Berpengaruh Sepanjang Masa | SOLID GOLD
http://bit.ly/2g43rCN
Tahun 1963, CIA kembali merencanakan pembunuhan kepada Castro.

Kala itu, agen rahasia tersebut mencemari salah satu pakaian menyelam Castro dgn jamur yg akan menyebabkan penyakit kulit kronis.

Pakaian selam & alat bantu pernapasan yg terkontaminasi tersebut rencananya akan diberikan kepada Castro oleh pengacara Amerika Serikat, James Donovan.

Namun, karena sedang terlibat dalam negosiasi sandera dgn pemimpin Kuba tersebut, Donovan malah memberi Castro pakaian selam berbeda.

Castro pun kembali terhindar dari kematian.

Tak mau menyerah, CIA kembali melakukan percobaan pembunuhan kepada Castro.

Kali ini menggunakan pena yg telah disisipi jarum suntik beracun.

Jarum tersebut sangat tidak terlihat & bahkan korban tidak akan sadar telah terkena.

Namun, Castro tidak pernah memakai pena tersebut & rencana pembunuhan itu pun kembali berakhir sia-sia.

Setelah upaya-upaya tersebut gagal, CIA menggunakan metode lain yg diharap akan merusak citra Castro di hadapan publik sbg pemimpin kuat yg kharismatik.

CIA berencana menyabotase acara pidato Castro dgn menyemprotkan cairan kimia mirip LSD yg akan membuatnya berhalusinasi.

Selain itu, CIA juga memasukkan bahan kimia tersebut ke cerutunya & menaburkan garam thallium ke sepatu Castro yg bisa mengakibatkan kerontokan janggut kebanggaan Castro.

Namun, spt ratusan rencana lain, rencana tersebut juga kembali mengalami kegagalan.

Castro tidak jadi melakukan perjalanan ke luar negeri, sehingga dia tidak perlu mengalami halusinasi karena cairan LSD tersebut.

(Prz - Solid Gold)

0 komentar :

Posting Komentar