Jumat, 28 April 2017

Harga Bawang Putih Tembus Rp 60 Ribu per Kg

Filled under:










Harga bawang, baik bawang merah dan bawang putih mengalami lonjakan yang cukup signifikan di pasar tradisional. Kenaikan tersebut disebabkan oleh berkurangnya pasokan.

Sutamaji (50), pedagang di Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan mengatakan, harga bawang putih saat ini mencapai Rp 60 ribu per kg. Kenaikan terjadi dalam sepekan, di mana pekan sebelumnya dihargai Rp 40 ribu per kg.

Dia mengatakan, di Pasar Induk Kramat Jati yakni tempat bawang putih tersebut dipasok harganya mencapai Rp 55 ribu per kg.

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang saat ini mencapai Rp 35 ribu per kg. Sebelumnya, bawang merah dijual seharga Rp 30 ribu per kg.

"Dari Induk sudah Rp 28 ribu per kg paling nggak," ungkap dia.

Sementara, harga cabai di pasar tradisional relatif stabil. Harga cabai rawit merah di kisaran Rp 70 ribu per kg, sedangkan cabai keriting merah Rp 30 ribu per kg.

"Cabai rawit stabil Rp 65 ribu-70 ribu per kg. Sebulan sudah ada harganya segitu," terangnya.

Demikian pula disampaikan Satiyah (36) pedagang lain. Saat ini, harga komoditas bawang memang terpantau tinggi. "Bawang lagi pada naik, mahal semua ini," tandas dia.


Bawang putih Rp 60 ribu per kg
Bawang merah Rp 35 ribu per kg
Cabai rawit merah Rp 70 ribu per kg
Cabai keriting merah Rp 30 ribu per kg
Tomat Rp 10 ribu per kg
Kentang Rp 15 ribu per kg
Wortel Rp 10 ribu per kg
Timun Rp 7 ribu per kg
Daun bawang Rp 15 ribu per kg
Selederi Rp 25 ribu per kg
Sawi Rp 8 ribu per kg
Terong Rp 10 ribu per kg
Oyong Rp 10 ribu per kg
Buncis Rp 12 ribu per kg
Jeruk nipis Rp 15 ribu per kg
Kol Rp 8 ribu per kg.


PT Solid Gold Berjangka


Posted By risetkitasg 09.43

Kamis, 27 April 2017

Amerika Bersedia Negosiasi Dengan Korut | Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Strategi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengatasi masalah nuklir di Korea Utara adalah dgn memperketat sanksi & Washington menyatakan terbuka untuk bernegosiasi.



"Amerika Serikat mencari stabilitas & denuklirisasi damai Semenanjung Korea."

"Kami tetap terbuka untuk bernegosiasi mencapai tujuan tersebut," bunyi pernyataan bersama yg dikutip Reuters.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Menteri Pertahanan Jim Mattis & Direktur Intelijen Nasional Dan Coats.

"Walau demikian, kami tetap bersiap untuk mempertahankan sekutu-sekutu kami," lanjut pernyataan tersebut.

Ketegangan antara Washington & Pyongyang memuncak beberapa minggu belakangan ini, dgn pengerahan kapal induk & kapal selam nuklir Amerika Serikat & uji coba rudal Korea Utara yg berlanjut di bawah sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Korea Utara menyatakan pemimpinnya, Kim Jong-un, memimpin langsung latihan tembak peluru hidup "paling besar sepanjang masa" yg dilakukan dlm rangka peringatan hari jadi ke-85 militernya.

Dgn lebih dari 300 senjata artileri berkaliber besar mendemonstrasikan kekuatan di tepi timur negara tersebut.

Baca Juga : Fakta Menarik Kapal Induk Pertama Buatan China | Solid Gold
http://bit.ly/2qhbnFd


Pyongyang lebih memilih melakukan latihan tembak itu alih-alih uji coba nuklir atau peluncuran rudal jarak jauh, sebagaimana dikhawatirkan di tengah tekanan Amerika Serikat & China, satu-satunya sekutu besar Korut yg dibuat marah oleh perkembangan senjata negara terisolasi itu.

Amerika khawatir rezim Kim Jong-un akan membuat senjata nuklir yg bisa mencapai ke Negeri Paman Sam & senjata-senjata yg bisa mengancam sekutu-sekutunya di kawasan, Korea Selatan & Jepang.

Saat ini, Korut sudah dijatuhi sanksi PBB namun masih berkeras mengembangkan senjata nuklirnya.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 13.31

Rabu, 26 April 2017

Hari Jadi Militer Korut, AS Kirim Kapal Selam Nuklir | Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat menyebut kapal selam pembawa peluru kendali milik negaranya, USS Michigan, direncanakan akan berlabuh di Korea Selatan.



Pejabat tersebut mendeskripsikan gerakan ini sbg penunjukan kekuatan di tengah ketegangan antara AS & Korea Utara.

Kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Amerika itu direncanakan akan bersandar di Busan, di hari yg sama dgn peringatan hari jadi tentara Korea Utara.

Di sana, kapal tersebut akan mengisi pasokan, mungkin akan melakukan perbaikan & melakukan aktivitas kargo.

Rencana USS Michigan berlabuh di Korea Selatan ini pertama kali dilaporkan oleh koran Dong-A-Ilbo.

USS Michigan bisa dikerahkan di Laut Jepang, yg dikenal jg sbg Laut Timur, tak jauh dari Semenanjung Korea, kata Carl Schuster, profesor Universitas Hawaii Pasifik sekaligus mantan direktur operasi Pusat Komando Intelijen Gabungan AS di Pasifik.

"Kapal selam nuklir lebih baik dioperasikan dlm kedalaman lebih dari 100 fatom di bawah permukaan (182 meter)."

"Tidak selalu memungkinkan, tapi mereka punya banyak ruang vertikal untuk mengelak & menghindar jika bertemu hal yg tidak diinginkan," kata Schuster.

Meski kapal selam ini diperkirakan tidak akan bergabung dlm latihan bersama Korsel, kehadirannya di kawasan bisa mengirim pesan kuat untuk Pyongyang.

Dipersenjatai rudal taktis & kemampuan komunikasi yg ampuh, USS Michigan adalah satu dari empat kapal selam AS yg mulai dioperasikan sbg pengangkut rudal balistik, membawa rudal nuklir sbg bagian dari penangkalan nuklir strategis pemerintah Amerika.

Keempat kapal selam itu bisa membawa masing-masing 154 rudal jelajah Tomahawk.

Selain itu, kapal-kapal ini bisa diam-diam mengerahkan 66 pasukan khusus berperlengkapan lengkap.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 11.20

Jumat, 21 April 2017

Disebut Dekat Korea, Kapal Induk AS Terpantau di Indonesia | Solid Gold

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Kapal induk Carl Vinson yg dikerahkan Amerika Serikat ke Semenanjung Korea terpantau melintasi Selat Sunda pada awal pekan ini.



Armada yg membawa pasukan serbu AS itu berlayar ke Semenanjung Korea setelah mengikuti latihan bersama Angkatan Laut Australia di Samudera Hindia.

Kehadiran kapal ini di perairan Indonesia sempat menimbulkan tanda tanya.

Pasalnya, pada 9 April lalu, Angkatan Laut AS mengatakan bahwa kapal itu akan berlayar ke Semenanjung Korea dari Singapura.

Negara-negara di kawasan pun langsung bersiaga karena Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa pasukan serbu itu dikirimkan untuk merespons uji coba nuklir Korea Utara.

"Korea Utara cari masalah. Jika China mau membantu, itu bagus. Jika tidak, kami akan menyelesaikan masalah tanpa mereka!" kata Trump melalui akun Twitter pribadinya.

Di hari yg sama, juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, pun memastikan bahwa kapal itu sudah dlm perjalanan & sedang menuju Laut Jepang.

Sejumlah pihak meragukan pernyataan Spicer, mengingat jadwal dari Angkatan Laut AS menyatakan kapal Carl Vinson seharusnya mengikuti latihan bersama dgn Australia saat itu.

Menteri Pertahanan Australia, James Mattis, akhirnya menyatakan bahwa Angkatan Laut sudah membatalkan latihan bersama dgn Australia.

Mattis mengumumkan kepastian tersebut setelah berkoordinasi dgn Komandan Pasifik Angkatan Laut AS, Harry B. Harris Jr.

Baca Juga : Fakta-Fakta Aneh Tentang Mike Tyson | Solid Gold
http://bit.ly/2os6XuW


Menurut salah satu pejabat Angkatan Laut AS, Harris tak pernah bermaksud mengatakan bahwa latihan itu dibatalkan.

Pasalnya, mengatur satu latihan besar semacam itu sangat sulit & tak dapat dibatalkan secara tiba-tiba.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Angkatan Laut AS, juru bicara kepala Pentagon, Dana White, menyatakan permohonan maaf atas kesimpangsiuran berita ini.

"Kapal itu sekarang sudah bergerak ke utara ke Pasifik Barat."

"Semua seharusnya dikomunikasikan dgn lebih jelas," katanya sebagaimana dikutip The New York Times.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 10.24

Kamis, 20 April 2017

Mobil Kabur Saat Razia, Satu Orang Tewas Ditembak Polisi | SOLID GOLD

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Aparat kepolisian dikabarkan melepaskan tembakan ke arah mobil yg kabur dari razia yg tengah dilakukan di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4) sekira pukul 11.00 WIB.



Berdasarkan informasi yg dihimpun dari pemberitaan di sejumlah media daring, seorang penumpang bernama Surini (54) tewas di tempat dgn tiga luka tembakan di tubuh bagian dada.

Selain Surini, lima penumpang mobil lainnya diberitakan dlm kondisi kritis.

Mereka adalah Dewi (35) tertembak di bahu, Indra (33) tertembak di leher, Novianti (30), & Genta (2) terkena tembakan di kepala.

Sedangkan, Diki (30), sopir yg mengendarai mobil mengalami luka tembak di bagian perut.

Berdasarkan informasi sementara, mereka berasal dari Desa Blitar Muka, Kecamatan Sin&g Kelingi, Rejang Lebong, Bengkulu.

Mereka mengendarai mobil merek Honda City berwarna hitam dgn nomor polisi BG1488ON untuk menghadiri acara keluarga di Muara Beliti, Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan pihaknya melepaskan tembakan peringatan setelah mobil yg ditumpangi Surini mencoba kabur dari razia yg tengah digelar aparat kepolisian.

Menurutnya, tembakan peringatan terpaksa dilepaskan lantaran mobil hampir menabrak tiga aparat kepolisian & sejumlah warga.

"Info awal pada saat ada razia kendaraan bermotor itu disetop tidak berhenti."

"Bahkan hampir menabrak tiga anggota."

"Terus dikejar hampir menabrak masyarakat, terus diberikan tembakan peringatan, kata Agung.

Saat ditanya apakah Surini meninggal dunia karena ditembak oleh aparat kepolisian, Agung menolak menjawab.

Ia mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

Namun, Agung berjanji akan mengambil tindakan tegas apabila kematian Surini & luka-luka yg dialami oleh lima orang lainnya disebabkan oleh tindakan anggotanya.

"Sekarang tim Polda sedang turun, tunggu informasi dari lapangan."

"Bila (kesalahan anggota) akan saya proses pidana," tutur Agung.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 10.22

Selasa, 18 April 2017

Korut Sambut Hari Matahari di Tengah Ancaman Perang | Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Warga Korea Utara menaruh keranjang-keranjang bunga & buket di bawah potret pendiri negara Kim Il-Sung, guna merayakan Hari Matahari yg sekaligus merupakan ulang tahun pendiri negara, Kim Il-Sung.

Setiap tahunnya, tanggal 15 April menjadi hari libur paling penting.



Rezim Korea Utara sering memanfaatkannya untuk menampilkan kecakapan militer.

Adapun, tahun ini, Kim Il-Sung berusia 105 tahun.

Perayaan Hari Matahari tersebut tampak kontras dgn ketegangan yg timbul di kawasan Semenanjung Korea, akibat uji nuklir Korut & ancaman dari pasukan serbu Amerika Serikat & Jepang.

Warga Korea Utara mengetahui kemungkinan adanya perang tersebut, namun mereka optimistis, pemimpin mereka, Kim Jong-Un akan memenangkan pertempuran.

"Kalau musuh ingin berperang dgn para pemimpin kami, kami tidak takut karena kami akan menang," kata Jon Myon Sop, yg bekerja di stasiun bus, dikutip Reuters.

"Saya tahu tentang ketegangan yg sedang meningkat di Semenanjung Korea & bagaimana AS & negara-negara bonekanya telah membawa aset-aset militer mereka ke kawasan."

Di sisi lain, Cho Hyon Ran, pemandu wisata di tempat ziarah itu, mengatakan warga tidak ingin berperang & mereka ingin merayakan Hari Matahari dgn tenang.

”Kami tidak ingin perang tapi kami tidak takut perang karena kami punya kekuatan besar, negara kami yg terkuat di dunia sekarang,“ kata dia.

"Kalian bisa lihat semua orang tertawa, semua orang menyanyi, semua orang merayakan Hari Matahari. Kami tidak takut apa pun."

Parade militer yg dihadiri Kim Jong-Un, kemungkinan akan digelar, namun pemerintah belum mengonfirmasi detailnya ke para jurnalis asing yg berkunjung.

Pemimpin Pyongyang rutin mengancam AS & Korea Selatan dgn pembinasaan.

Secara teknis, Korea Utara masih berperang dgn Korea Selatan & sekutunya, Amerika Serikat.

Perang Korea 1950-1953 berakhir dgn gencatan senjata, bukan kesepakatan damai.

Kelompok kapal induk Amerika Serikat pekan ini menuju perairan Korea, begitu jg dgn kapal perang Jepang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melakukan aksi sepihak ‘untuk mengatasi masalah.’

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 11.44

Kamis, 13 April 2017

Hubungan AS-Rusia Semakin Buruk di Tangan Trump | Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Presiden Vladimir Putin mengatakan, hubungan Rusia & Amerika Serikat nampaknya telah memburuk di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, menyusul ketegangan Washington & Moskow mengenai serangan AS ke Suriah & dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.



"Saya menganggap tingkat kepercayaan AS-Rusia, khususnya pada sisi militer, tidaklah membaik, justru memburuk," tutur Putin dlm wawancara di sebuah televisi di Moskow.

Komentar ini diutarakan Putin bersamaan dgn kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Moskow untuk bertemu Menlu Rusia Sergei Lavrov.

Washington & Moskow sedang berupaya mencari kejelasan dari masing-masing pemerintahan, khususnya setelah insiden senjata kimia di Suriah terjadi pada Selasa pekan lalu.

Di tangan Trump, hubungan Moskow & Washington sebelumnya diprediksi akan membaik.

Namun, yg terjadi kebalikannya, Rusia-AS kian bersitegang menyusul serangan unilateral AS ke Suriah yg dianggap Assad sbg tindakan bodoh & tidak bertanggung jawab.

AS menyalahkan Assad, sekutu dekat Rusia, dlm serangan kimia yg menewaskan sedikitnya 80 orang di salah satu wilayah kekuasaan pemberontak di Kota Khan Sheikhun itu.

Sebagai respons, Washington meluncurkan puluhan rudal Tomahawk ke pangkalan militer Suriah di Homs.

Sejak itu, perang mulut antar Kremlin & Gedung Putih terus terjadi.

Putin geram & menolak tuduhan bahwa Assad bertanggung jawab atas insiden gas beracun terparah sejak 2013 silam ini.

Putin bahkan menganggap, aksi militer AS di Suriah itu telah melanggar hukum internasional.

Dalam kunjungan ke Moskow hari ini, Tillerson akan meminta Rusia menghentikan dukungannya untuk Assad & Iran, serta memindahkan loyalitas pada Barat & Arab, untuk mencari solusi politik yg lebih baik bagi Suriah.

Tillerson adalah menteri kabinet pertama yg mengunjungi Moskow sejak Donald Trump menjabat.

Tujuan awal lawatan mantan bos ExxonMobil ini adalah menjalin kerjasama antiteroris dgn Moskow.

Namun, saat ini hubungan kedua negara justu tengah merenggang, menyusul serbuan mendadak AS ke Suriah, yg merupakan sekutu dekat Rusia.

Sementara itu, Kremlin menganggap wacana penggulingan Assad yg terus digaungkan negara Barat selama ini merupakan "solusi yg tidak masuk akal".

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 13.53