Rabu, 27 Desember 2017

PT Solid Gold Berjangka | AS Jatuhkan Sanksi kepada Ahli Rudal Korut


PT Solid Gold Berjangka | WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi kepada dua pejabat Korea Utara (Korut) di balik program rudal balistik negara itu pada hari Selasa. Langkah terbaru Washington ini bertujuan untuk memaksa Korut menanggalkan program senjata yang bertujuan mengembangkan rudal nuklir yang mampun menyerang AS.

Dua pejabat Korut Kim Jong-sik dan Ri Pyong-chol dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan AS. Jong-sik dilaporkan merupakan tokoh kunci dalam upaya Korut untuk mengalihkan program rudalnya dari bahan bakar cair ke bahan bakar padat. Sementara Pyong-chol adalah pejabat kunci dalam pengembangan rudal balistik antar benua (ICBM).

"Departemen Keuangan menargetkan para pemimpin program rudal balistik Korea Utara, sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimum kami untuk mengisolasi Korea Utara dan mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea sepenuhnya," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/12/2017).

Sanksi ini akan memblokir setiap properti atau keuntungan yang mungkin dimiliki kedua orang tersebut di dalam yurisdiksi AS dan melarang warga AS melakukan transaksi dengan mereka.

Langkah tersebut menyusul sanksi baru Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diumumkan pada hari Jumat lalu sebagai tanggapan atas uji coba ICBM Korut pada tanggal 29 November lalu. Pyongyang mengklaim rudal tersebut menempatkan seluruh daratan AS dalam jangkauan utama senjata nuklirnya. Sanksi tersebut berusaha untuk lebih membatasi akses Korut terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah serta pendapatannya dari pekerja di luar negeri.

Korut mengumumkan langkah-langkah PBB tersebut sebagai deklarasi perangdan sama saja dengan blokade ekonomi.

Kebuntuan antara AS dan Korut telah menimbulkan kekhawatiran akan adanya konflik baru di semenanjung Korea. Secara teknis, wilayah itu tetap dalam keadaan perang sejak Perang Korea yang pecah pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata bukan sebuah perjanjian damai.

Washington mengatakan bahwa semua opsi dalam menangani Korut, termasuk militer, telah ada di atas meja. AS dikatakan lebih memilih solusi diplomatik, namun Korut tidak memberikan indikasi bahwa pihaknya bersedia untuk membahas denuklirisasi.


Solid Gold
Solid Gold Berjangka

Posted By risetkitasg 13.04

Jumat, 22 Desember 2017

PT Solid Gold Berjangka | Fokus Bangun Pabrik, Phapros Gandeng Raksasa Farmasi Myanmar



PT Solid Gold Berjangka |SEMARANG - PT Phapros Tbk menggandeng raksasa farmasi asal Myanmar Medi Myanmar Group melalui pembentukan usaha bersama (Join Venture) pengembangan bisnis farmasi dan alat kesehatan. Medi Myanmar Group merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Myanmar yang telah berdiri sejak tahun 1991 dengan bisnis utamanya adalah importasi, marketing dan distribusi produk-produk farmasi dari berbagai perusahaan ternama.


Medi Myanmar Group telah berhasil meregistrasi 530 produk baik etikal ataupun OTC yang keseluruhannya sudah sesuai dengan Myanmar FDA guideline dan ACTD. Direktur utama PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami yang akrab disapa Emmy mengatakan, Joint Venture yang dibentuk akan fokus pada pendirian pabrik.


Pada tahap awal, pabrik tersebut disiapkan untuk memproduksi tablet dan kapsul non antibiotik, sebelum kemudian secara perlahan masuk ke arah pengembangan parenteral. “Kami tengah siapkan kajiannya. Sambil menunggu pabrik beroperasi akan diijajaki peluang ekspor OTC atau obat bebas yang dapat dijual tanpa resep dokter,” ungkapnya.


Saat ini perusahaan yang memiliki 20 cabang yang tersebar di berbagai kota di Myanmar tersebut telah menyiapkan lahan di wilayah Yangon Industrial Estate seluas 2 Ha. “Kedua lahan tersebut diperiapkan sebagai lokasi pabrik yang akan dikerjasamakan,” ungkap Emmy.


Ia menambahkan, Phapros juga tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa partner bisnis dan perusahaan farmasi Myanmar lainnya. “Kami coba jajaki kerja sama ekspor di Myanmar guna memperluas cakupan area distribusi Phapros yang sebelumnya sudah merambah negara-negara Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Afrika,” paparnya.


Sementara itu, menurut Komisaris utama PT Phapros Yana Aditya menyatakan, saat ini 90%  produk farmasi yang beredar di Myanmar masih mengandalkan impor, dimana sebanyak 45% di antaranya didatangkan dari India, 35% dari Thailand, dan 10% dari Bangladesh dan Pakistan. "Banyak hal strategis yang dapat dikerjasamakan kedua belah pihak, mulai dari manufaktur, transfer teknologi, pengembangan SDM di bidang farmasi, hingga ekspor-impor," tegas Emmy.


Menurutnya, saat ini pangsa pasar farmasi di ASEAN masih terbuka lebar, berdasarkan data Kementerian Perindustrian total pasar farmasi ASEAN sebesar USD 17,4 miliar. Sebagai perbandingan, pada tahun 2017 nilai pasar produk farmasi di Indonesia sekitar USD 4,7 miliar atau setara 27 persen dari total pasar farmasi di ASEAN. 


Posted By risetkitasg 11.07

Kamis, 21 Desember 2017

Solid Gold | Dibayangi Ancaman AS, PBB Gelar Sidang Darurat Soal Yerusalem



Solid Gold | NEW YORK - Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara akan mengadakan sesi darurat khusus langka pada hari ini Kamis (21/12/2017). Sesi darurat khusus ini diadakan atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Isrel. Sesi khusus ini pun memicu sebuah peringatan dari Washington bahwa mereka akan membuat daftar negara-negara yang melawan kebijakan tersebut.

Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan, Majelis Umum akan memberikan suara pada sebuah rancangan resolusi yang menyerukan agar deklarasi Trump ditarik. Sebelumnya, resolusi ini telah diveto oleh AS di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara pada hari Senin.

Sebanyak 14 negara anggota Dewan Keamanan memilih resolusi yang dibuat oleh Mesir tersebut, yang tidak secara khusus menyebutkan AS atau Trump namun mengungkapkan penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.

Mansour mengatakan pada hari Senin bahwa dia berharap akan ada "dukungan yang luar biasa" di Majelis Umum untuk resolusi tersebut. Pemungutan suara semacam itu tidak mengikat, namun membawa bobot politik.

Sementara itu Duta Besar AS Nikki Haley, dalam sebuah surat kepada puluhan negara anggota PBB, memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengingat orang-orang yang memilih resolusi yang mengkritik keputusan AS.

"Presiden akan mengawasi pemungutan suara ini secara hati-hati dan meminta saya melaporkan kembali negara-negara yang memberikan suara menentang kami. Kami akan mencatat setiap pemungutan suara untuk masalah ini," tulis Haley seperti dikutip dari Reuters, Kamis (21/12/2017).

Dia pun mengulangi seruannya dalam sebuah cuitan di Twitter: "AS akan membuat daftar."

Di bawah resolusi tahun 1950, sebuah sesi khusus darurat dapat diminta agar Majelis Umum mempertimbangkan masalah dengan maksud untuk memberikan rekomendasi yang sesuai kepada anggota untuk tindakan bersama jika Dewan Keamanan gagal untuk bertindak.

Hanya 10 sesi seperti ini yang telah diadakan, dan terakhir kali Majelis Umum bertemu dalam sesi tersebut pada tahun 2009 terkait Yerusalem Timur yang diduduki dan wilayah Palestina. Pertemuan hari Kamis akan dilanjutkan dengan sesi tersebut.

Trump tiba-tiba membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade pada bulan ini ketika ia mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengakuan ini menimbulkan kemarahan dari orang-orang Palestina dan dunia Arab serta keprihatinan di antara sekutu Barat Washington.

Trump juga berencana memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv. Rancangan resolusi PBB menyerukan agar semua negara menahan diri untuk tidak mendirikan misi diplomatik di Yerusalem.

Haley mengatakan pada hari Senin bahwa resolusi tersebut diveto di Dewan Keamanan untuk membela kedaulatan dan peran AS dalam proses perdamaian Timur Tengah. Dia mengkritiknya sebagai penghinaan ke Washington dan membuat malu anggota dewan. 

Posted By risetkitasg 12.57

Senin, 18 Desember 2017

Solid Gold Berjangka | Aksi Bela Palestina, Ini Pernyataan Sikap MUI untuk AS


Solid Gold Berjangka | JAKARTA - Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat mengeluarkan beberapa sikap terkait pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) terkait Yerusalem atau Al-Quds sebagai Ibu Kota Israel.

Pernyataan sikap itu dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abas di panggung utama Aksi Bela Palestina. Dia mengatakan, keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mencederai rasa keadilan dunia internasional, dan melanggar hak Asasi manusia rakyat Palestina dan merusak perdamaian antara Israel dan Palestina.

"Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina," ujarnya di lokasi Aksi Bela Palestina

Berikut isi pernyataan sikap dari Aksi Bela Islam yang dibacakan Sekjen MUI Anwar Abas:

Pertama, keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.

Kedua, jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.

Ketiga, mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Keempat, mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Kelima, mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Keenam, jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Ketujuh, mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kedelapan, kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.


PT Solid Gold Berjangka
Solid Gold

Posted By risetkitasg 08.28

Jumat, 15 Desember 2017

Solid Gold | Honda, Toyota dan Nissan Sepakat Bangun SPBU Hidrogen


Solid Gold | Honda, Toyota, Nissan, dan delapan perusahaan lainnya sepakat untuk membangun jaringan  Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) hidrogen di seluruh Jepang. Meskipun saat ini industri automotif sedang gencar mengembangkan kendaraan listrik, namun meskipun kendaraan tersebut sangat ramah lingkungan, namun tenaga listrik dinilai lebih mahal daripada Hydrogen

Seperti dilansir dari Carscoops, Kamis, (14/12/2017), rincian ini, rencananya  diumumkan pertama kali pada bulan Mei dengan  ditandatanganinya nota kesepahaman. Perusahaan lain yang terlibat termasuk  Nippon Oil & Energy, Idemitsu Kosan, Iwatani, Tokyo Gas, Toho Gas, Air Liquide  Jepang, Toyota Tsusho, dan Development Bank of Japan.

Dalam empat tahun pertama proyek tersebut, perusahaan tersebut bermaksud untuk membangun 80 stasiun hidrogen baru di seluruh negeri dan memiliki 40.000 kendaraan hidrogen di jalan-jalan lokal pada tahun 2020.

Di luar pembangunan stasiun baru, perusahaan baru tersebut akan mempromosikan teknologi hidrogen, membuat pengisian lebih mudah dilakukan, dan memastikan bahwa peralatan pengisian standar di seluruh perusahaan.

Meskipun banyak pembuat mobil yang sudah mengembangkan mesin listrik,  kesepakatan ini menunjukkan bahwa ada juga sejumlah perusahaan yang percaya bahwa kendaraan bertenaga hidrogen akan berperan penting dalam kendaraan masa depan.

Memproduksi hidrogen diyakini akan lebih murah dibandingkan dengan memproduksi bahan bakar listrik. Fuel cell adalah sebuah alat elektrokimia yang mirip dengan baterai, tetapi berbeda karena dirancang untuk dapat diisi terus reaktannya yang terkonsumsi yaitu memproduksi listrik dari penyediaan bahan bakar hidrogen dan oksigen dari luar. Biaya produksi hidrogenpun dipandang lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar listrik, memindahkan listrik dari pabrik menuju konsumen harus melalui transmisi bertahap, misalnya tegangan yang awalnya 300.000 KV akan ditransfer kerumah menjadi 220 V.

Contoh mobil yang sudah menggunakan bahan bakar hidrogen adalah Toyota Mirai dan Honda Clarity. Meski tergolong mobil ramah lingkungan, Honda Clarity Fuel Cell diklaim tetap menghadirkan performa berkendara dengan kenyamanan setara mobil sedan berbahan bakar bensin. Secara dimensi, Honda Clarity memiliki panjang mencapai 4.915 mm, lebar 1.875mm dan tinggi 1.480 mm. Dengan berbekal fuel cell system kabarnya bobot total Honda Clarity mencapai 1.890 kilogram.

Fuel Cell Stack berfungsi sebagai pembangkit listrik dari Honda Clarity. Teknologi ini memungkinkan sanggup menempuh jarak yang lebih jauh, hingga lebih dari 700 km dalam sekali pengisian bahan bakar. Dengan memiliki output mesin berkekuatan lebih dari 100 kW, waktu pengisian baterai sedan ini pun juga lebih singkat, yaitu hanya 3 menit.


Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka

Posted By risetkitasg 10.38

Rabu, 13 Desember 2017

Solid Gold | Melunak, AS Siap Berunding dengan Korut Tanpa Prasyarat



Solid Gold | WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) siap untuk berunding dengan Korea Utara (Korut) kapan pun dan tanpa prasyarat. Sikap AS ini melunak dibanding sebelumnya yang memberikan syarat perlucutan senjata nuklir pada Pyongyang jika ingin berunding dengan Washington.


Kesediaan Washington ini disampaikan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson. Dalam sebuah pidato untuk acara kelompok think tank Atlantic Council di Washington, Tillerson juga mengatakan bahwa militer AS tetap siaga untuk menanggapi setiap ancaman dari Korut.


Menurutnya, angkatan bersenjata AS telah diperintahkan untuk memiliki serangkaian kontinjensi yang tersedia.


”Mari kita bertemu saja,” kata Tillerson dalam sebuah pidato di acara tersebut. ”Kami siap untuk berbicara kapan pun mereka siap,” lanjut Tillerson.


“Kami siap untuk mengadakan pertemuan pertama tanpa pra-kondisi,” imbuh Tillerson.


”Tidak realistis untuk mengatakan bahwa kami hanya akan berbicara jika Anda datang ke meja untuk menyerahkan program (nuklir) Anda,” katanya.


”Mereka terlalu banyak berinvestasi di dalamnya. Presiden juga sangat realistis mengenai hal itu,” imbuh dia, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/12/2017).


Pernyataan diplomat top AS ini merupakan sikap melunak Washington yang pertama kali sepanjang berseteru dengan rezim Pyongyang. Selama ini, pemerintah Donald Trump menghendaki perlucutan senjata nuklir Korut dan tidak akan pernah menerima negara komunis itu memiliki senjata yang bisa mengancam Washington dan para sekutunya.


Meski tanpa prasyarat, Tillerson minta kesediaan rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un membuat pilihan untuk mengubah arah kebijakannya. ”Korea Utara harus siap untuk membuat pilihan,” kata Tillerson.


”Kalau begitu kita bisa mulai menyusun peta, peta jalan, dari apa yang mungkin ingin kita jalani,” paparnya.


Pemerintah Kim Jong-un belum merespons sikap Washington yang berubah drastis ini. Sebelumnya, Pyongyang bersikeras tidak akan menyerahkan program senjata nuklirnya selama AS tidak mengubah kebijakan bermusuhan terhadap Korut.


PT Solid Gold Berjangka
Solid Gold Berjangka

Posted By risetkitasg 11.05

Selasa, 12 Desember 2017

Solid Gold | Tank dan Pesawat Israel Hujani Gaza dengan Tembakan



Solid Gold | GAZA - Tank dan pesawat tempur Israel menghujani Jalur Gaza yang diukuasai Hamas dengan tembakan. Tindakan itu sebagai aksi balasan setelah serangan roket yang diluncurkan dari wilayah Palestina dan menghantam Israel selatan pada Senin.

"Sedikitnya dua roket ditembakkan dari Jalur Gaza, dengan yang kedua dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel," kata militer Zionis seperti dikutip dari SBS, Selasa (12/12/2017).

Setelah roket pertama ditembakkan, tentara Israel mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa sebagai tanggapan, sebuah tank dan Angkatan Udara Israel akan menargetkan pos-pos militer Hamas di Jalur Gaza selatan.

Militer Israel tidak mengatakan di mana roket pertama jatuh atau melaporkan korban. Juga tidak ada kabar tentang luka-luka di sisi perbatasan Gaza.

"Setelah berhasil mencegat roket kedua, tank Israel dan pesawat tempur melepaskan tembakan menargetkan pos-pos militer Hamas di utara Jalur Gaza," kata militer Israel.

Tidak ada laporan langsung tentang korban luka-luka.

Itu adalah tembakan roket pertama sejak Jumat malam, yang memicu serangan berulang Israel sepanjang malam dan Sabtu dimana dua anggota sayap militer Hamas terbunuh.

Tentara Israel mengatakan bahwa Hamas bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari wilayah yang berada di bawah kendalinya.

Gelombang terakhir tembakan roket mengikuti pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Rabu untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pada hari Kamis, Israel juga menargetkan lokasi Gaza dengan serangan udara dan tembakan tank setelah sebuah pernyataan militer yang digambarkan sebagai sebuah proyektil ditembakkan ke Israel selatan.

Pejabat keamanan Palestina di daerah kantong tersebut mengatakan bahwa serangan tersebut menimpa dua pos Hamas. Militer Israel mengatakan bahwa sasarannya adalah dua pos teroris, tanpa mengidentifikasi mereka.


Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka

Posted By risetkitasg 10.05