Senin, 08 Januari 2018

Solid Gold | Kriminolog Sebut Hukum Kebiri Belum Jelas dan Belum Matang



Solid Gold | DEPOK - Polisi bakal mengenakan Wawan Sutiono (49) alias Babeh, pelaku sodomi 41 bocah di Kabupaten Tangerang, Banten, dengan hukuman kebiri. Hal itu sesuai dengan Perpu Kebiri yang sudah disahkan menjadi Undang-undang. Namun, pro dan kontra tentang hukuman itu masih terjadi.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinand Andi Lolo menjelaskan, untuk melihat suatu tindakan yang pertama dilakukan adalah mengecek kejiwaan pelaku. Karena hukum hanya bisa berlaku untuk pelaku yang sehat jasmani dan rohani.

"Oleh karenanya harus dilihat dahulu aspek kejiwaan pelakunya," kata Andi kepada SINDO, Minggu 7 Januari 2018.

Selanjutnya harus ada penjelasan yang pasti dari pemerintah soal hukuman kebiri. Karena sampai saat ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) masih menolak menjalankan hukuman tersebut.

"Ini masih kontroversi. Dalam hal ini pemerintah perlu memperjelas manfaat dari pengkebirian, apakah efektif untuk pencegahan atau tidak. Kalau masih belum jelas maka hukuman itu belum matang untuk diterapkan," katanya.

Kendati demikian, dia mendukung adanya hukuman tegas untuk para pedofilia. Yang menurutnya kejahatan terhadap anak-anak dan perempuan harus dihentikan. Dengan diterapkan hukuman tegas maka diharapkan tidak ada tindakan serupa atau duplikasi dari orang lain.

"Saya pribadi berpendapat kasus seperti ini perlu ada upaya untuk menghentikan pelaku kejahatan seperti ini (pedofilia) terutama pada anak dan perempuan. Hanya saja secara konteks hukum harus jelas. Kalau sudah ada titik temu antara. IDI dengan pemerintah maka itu bisa jadi efektif (dijalankan). Artinya secara hukum dan ilmiahnya sudah ada penjelasan dan kepastian," tuturnya. 

Posted By risetkitasg 09.18

Jumat, 05 Januari 2018

Solid Gold Berjangka | Review Film Insidious: The Last Key




Solid Gold Berjangka | FILM keempat seri Insidious ini mundur jauh ke masa kecil sang cenayang Elise. Ada trauma masa lalu yang dibungkus cerita rapi penuh kejutan.

Untuk menyegarkan ingatan, seri Insidious sudah berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun. Film pertama, yaitu Insidious (2010) bercerita tentang pasutri yang anak lelakinya kesurupan. Mereka lalu menyewa jasa seorang cenayang bernama Elise (Lin Shaye) yang harus masuk ke dunia "Further" alias alam setelah kematian, antara surga dan neraka, demi menyelamatkan sang bocah. Di akhir film, sang bocah selamat, tapi Elise mati.

Meski begitu, di film kedua Insidious: Chapter 2 (2013), roh Elise muncul, melanjutkan cerita dari film pertama yang belum sepenuhnya selesai. Lalu film berikutnya, Insidious: Chapter 3 (2015) menjadi sebuah film prekuel tentang aksi Elise menaklukkan roh jahat. Dia dibantu duo konyol Tucker (Angus Sampson) dan Specs (Leigh Whannel) yang bekerja dengan bantuan teknologi demi menangkap sinyal kehadiran para roh. Nah, dalam seri keempat ini, cerita akan mengorek-ngorek masa lalu Elise. Tucker dan Specs juga muncul lagi untuk membantunya.

Film dibuka dengan kisah masa kecil Elise di New Mexico. Saat itu Elise muda (diperankan Ava Kolker dan Hana Hayes) sudah punya indera keenam. Namun, ayahnya tak percaya dengan kelebihan anaknya itu, menganggapnya berhalusinasi, hingga selalu memukul dan menghukumnya jika Elise mengaku melihat hantu.

Hingga suatu ketika, saat dihukum, Elise tanpa sengaja membuka "pintu merah", sebuah pintu yang membuat kekuatan jahat masuk ke dunia manusia, lalu meninggalkan trauma bagi Elise hingga usia senjanya. Trauma ini jadi benang merah cerita film keempat, saat Elise ditelepon seseorang yang mengaku diganggu roh jahat, di rumah masa kecil Elise. Dari sinilah petualangan horor Elise dimulai, yang nantinya membuat dia kembali lagi ke dunia "Further".

Sekarang, mari bandingkan film keempat ini dengan film-film sebelumnya. Meski seluruh film ditulis oleh orang yang sama, yaitu Leigh Whannel (juga berperan sebagai Specs), namun dilihat dari kerapian membangun misteri, film ini lebih baik dari seri kedua dan ketiga. Bisa dibilang, The Last Key menyamai keasyikan cerita di film pertama.

Sejak awal, penonton sudah ditarik ke bangunan cerita yang kokoh. Tiap peristiwa akan mengantarkan ke rasa penasaran yang satu ke penasaran yang lain. Bersamaan dengan itu, rasa ngeri karena sadar ada hantu yang hadir (baik yang tampak mau yang tidak), makin menambah keasyikan menonton film ini. Ini juga jadi tanda bahwa The Last Key tak selalu mengandalkan scare jump scene atau adegan yang bikin kaget untuk menakut-nakuti penonton.

Kerapian cerita makin menghibur saat Whannel tiba-tiba menyodorkan kejutan di pertengahan film. Bolehlah disebut, kejutan ini tak lazim terjadi dalam film horor, meski juga bukan sesuatu yang baru. Yang pasti, kejutan ini menambah rasa penasaran tentang ke mana cerita akan dibawa bergerak.

Sayangnya, keseruan di paruh pertama ini bukannya makin naik jelang akhir film, tapi lama-kelamaan malah menurun hingga film selesai. Ini diawali dengan kisah di paruh terakhir yang sangat standar dan mudah ditebak. Sebenarnya, hal tersebut tak terlalu jadi masalah. Namun, hal ini tidak langsung ditutupi atau diimbangi dengan adegan-adegan mengerikan penampakan hantu agar penonton terhibur karena ditakut-takuti hingga titik ekstrem. Boleh dibilang, tingkat kengeriannya malah masih kalah jika dibandingkan film-film sebelumnya.

The Last Key pun lalu berakhir antiklimaks. Saking antiklimaksnya untuk ukuran film horor, bisa-bisa penonton jadi bertanya-tanya, apakah film benar-benar sudah berakhir. Sebuah pertanyaan yang menyimpan harapan tersembunyi agar film jangan selesai dulu. Karena dengan awalan yang apik dan sangat membetot perhatian, The Last Key harusnya bisa ditutup dengan lebih memuaskan.


PT Solid Gold Berjangka
Solid Gold

Posted By risetkitasg 13.43

Kamis, 04 Januari 2018

PT Solid Gold Berjangka | Miris! Tiga Anak Perempuan Disekap Ibu Kandungnya

 
PT Solid Gold Berjangka | MALANG - Sandal plastik berwarna merah muda kusam, masih tergeletak di tangga teras rumah. Balok-balok kayu, masih terpaku kuat di daun jendela, dan lubang ventilasi. Semua kaca rumah tertutup rapat.

Semua orang tak akan bisa melihat isi dalam rumah. Kaca rumah tertutup kertas tebal, demikian juga lubang ventilasinya. Halaman rumahnya juga tidak terawat. Rumput liar tumbuh hingga menyerupai semak belukar.

Kini rumah di Jalan Wahid Hasyim No 199, RT 14, RW 4, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu telah kosong. Sang penghuni rumah, Ny Alika (37) telah menjalani perawatan kejiwaan di RSJ Radjiman Widiodiningrat, Lawang.

Selain Ny Alika, rumah ini juga dihuni oleh tiga gadis kecilnya. Kini, ketiganya tinggal di rumah M Romli, yang merupakan ayah kandung ketiga kadis tersebut. Sayangnya, ketiga gadis ini harus merasakan pahit atas perpisahan kedua orang tuanya.

Sandal plastik kusam, dan jendela terpaku balok kayu itu, menjadi saksi bisu ketertutupan kehidupan Ny Alika, dan ketiga puterinya selama hampir dua tahun terakhir. “Kemarin (Selasa, 2/1/2017), saya sendiri yang mengawali masuk rumah, sekitar jam 11.00 WIB,” ujar M Romli, mengawali ceritanya tentang upayanya mengeluarkan tiga anak gadisnya tersebut dari rumah tersebut.

Tiga anak gadisnya, yakni KN (13); ZS (11); dan DNZ (6), kini tinggal serumah bersamanya di Jalan Wangkit, Desa Sudimoro, yang berjarak sekitar 1 km dari rumah yang ditempati Ny Alika. “Biarkan mereka di sini dulu sampai kondisinya membaik. Setelah itu, terserah mereka. Kalau kondisi kejiwaan ibunya sudah membaik, tidak apa-apa mereka kembali ke ibunya,” ungkap Romli.

Romli mengaku senang melihat kondisi anak-anaknya berangsung membaik. Ketiganya juga rajin mengaji dan sembahyang. KN, sebagai anak pertama, selalu mengajak adik-adiknya mengaji dan sembahyang bersama.

Meski mereka masih bingung dengan kondisi yang dialminya, dan mungkin juga memedam rasa rindu kepada sang ibu, tetapi mereka sudah mulai bisa ceria kembali bermain bersama anak-anak yang lain.

Sejak empat tahun silam, Romli berpisah dengan Alika. Alasan ketidak cocokan, menjadi dasar kegagalan rumah tangga ini. Sejak perpisahan itu, Romli pulang ke rumah orang tuanya. Sedang Alika dan tiga puterinya tinggal bersama.

Sebelum kembali menempati rumahnya di Jalan Wahid Hasyim No 199, Alika sempat membawa anaknya ngontrak di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Baik Romli, maupun Alika, sebenarnya sudah sama-sama pernah mengalami kegagalan berumah tangga. Romli dengan istri pertamanya, sudah memiliki anak yang dewasa dan berumah tangga. Demikian juga Alika sudah memiliki satu orang putera yang kini juga telah berumah tangga.

Pengalaman pahit gagal berumah tangga ternyata terulang dalam kehidupan Romli, dan Alika. Kondisi ini terjadi empat tahun silam. Romli yang sebelumnya merupakan pedagang sapi, pulang ke rumah orang tuanya dan menjadi petani. Sementara Alika meneruskan pekerjaannya menjahit, dan tinggal bersama tiga puteri cantiknya.

Setelah perpisahan itu, Romli mengaku perilaku mantan istrinya mulai banyak mengalami perubahan. Orangnya menjadi tertutup. Pernah sekali ditemuinya, istrinya tersebut merusak plafon teras rumahnya dengan bambu tanpa alasan yang jelas.

“Orangnya sangat pendiam dan tertutup. Tidak pernah bercerita permasalahannya kepada siapapun. Kecurigaannya terhadap orang lain, termasuk kepada saya, sangatlah tinggi,” ungkapnya.

Kondisi ketertutupan Alika tersebut semakin memburuk dalam dua tahun terakhir. Bahkan, ketiga anaknya tidak lagi dibolehkan sekolah. Anak pertamanya, harusnya sudah duduk di bangku kelas 1 SMP, dan anak keduanya harusnya sudah kelas 4 SD. Sementara, anak bungsunya, harusnya sudah masuk taman kanak-kanak.

Alika selalu membawa anak-anaknya kemanapun pergi. Mereka sering pergi berempat naik satu sepeda motor. Paling sering, mereka pergi ke Sumber Maron, yaitu sebuah sumber air di wilayah Kecamatan Bululawang, yang kini menjadi tempat wisata.

Seluruh isi rumah ditutup oleh Alika. Kondisi di dalamnya menjadi gelap gulita. Ketiga puterinya, selalu dimintanya berada di dalam rumah. “Kalaupun mereka keluar rumah pasti sama-sama. Jadi tidak disekap sebenarnya, hanya saja mereka ditempatkan di dalam rumah oleh mantan istri saya ini. Hanya bisa keluar rumah ketika bersama-sama,” ujar Romli.

Merasa khawatir dengan masa depan ketiga puterinya, akhirnya Romli melaporkannya kepada perangkat Desa Sudimoro. Dibantu pihak Polsek Bululwang, Koramil Bululawang, dan pihak Kecamatan Bululawang, akhirnya ketiga gadis cantik tersebut bisa dibawa keluar rumah, dan Ny Alika dibawa ke RSJ untuk mendapatkan perawatan kejiwaan.

Romli mengaku, upaya untuk mengeluarkan anaknya tersebut tidak sulit. Dia datang dengan membawa roti untuk anak-anaknya. Setelah dibukakan pintu oleh mantan istrinya tersebut, seluruh warga, polisi, tentara, dan perangkat desa yang membantunya langsung masuk untuk membawa Alika keluar rumah, untuk menjalani perawatan kejiwaan.

Alika sempat marah kepada Romli, tetapi petugas dengan cepat memberikan obat penenang. Ketiga gadis kecil tersebut, juga sempat kaget dengan peristiwa ini. Bahkan, si sulung sempat menangis berjam-jam tanpa henti.

“Perasaan saya lega dan senang, ketika si bungsu bermain handphone milik saya sambil tertawa, lalu kakak-kakaknya juga ikut tertawa,” ungkapnya.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bululawang, Iptu Rony Margas menyebutkan, kondisi di dalam rumah sangatlah pengab. “Seluruh lubang ventilasi, dan jendela ditutup dengan potongan kertas, kain, dan karung. Tidak ada sinar dari luar yang bisa masuk ke dalam rumah,” tuturnya.

Saat ditemukan, kondisi ketiga anak gadis tersebut sangat memprihatinkan. Badannya kurus dan pucat. Sementara si bungsu nampak tergolek di kasur. Mereka kini terus mendapatkan pengawasan dan perawatan intensif dari tim kesehatan Puskesmas Bululawang.

Ketiga anak gadis tersebut, menurut Kepala Polsek Bululawang, Komisaris Polisi (Kompol) Supari, mengalami trauma serius. “Trauma itu terjadi, karena selama ini tidak boleh banyak berinteraksi dengan dunia luar. Ada dugaan, sang ibu mengalami gangguan kejiawaan pascaperceraiannya dengan suami keduanya,” terangnya.

Kondisi ekonomi yang buruk, juga menjadi salah satu penyebab kondisi anak-anak gadis tersebut mengalami kekurangan makanan. Selama ini, sang ibu dikenal sebagai penjahit, tetapi tidak banyak pesanannya.

Bantuan yang diberikan oleh bidan desa, maupun Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Desa (Bhabinkamtibmas) juga selalu ditolak oleh Alika. “Dia menolak dibantu, karena merasa bukan pengemis, sehingga tidak bersedia menerima bantuan orang lain,” terang Supari.


Solid Gold
Solid Gold Berjangka

Posted By risetkitasg 10.48

Selasa, 02 Januari 2018

PT Solid Gold Berjangka | Jadwal Lengkap Agenda Politik 2018 di Indonesia


PT Solid Gold Berjangka | JAKARTA - 2018 akan menjadi tahun sibuk bagi bangsa ini karena semarak dengan agenda nasional dan internasional sepanjang tahun. Pilkada serentak kembali digelar tahun ini berbarengan dimulainya tahapan awal pemilu legislatif dan Pilpres 2019.

Kita juga menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar se-Asia serta sidang tahunan IMF dan Bank Dunia yang diperkirakan bakal mendatangkan ratusan ribu tamu mancanegara. Hampir 3.000 event pariwisata pun berlangsung sejak Januari hingga Desember, dari Sabang sampai Merauke. Sejumlah musisi internasional dijadwalkan menggelar konser di Jakarta.

Berbagai proyek infrastruktur strategis dan prioritas juga ditarget mulai beroperasi. Kontestasi politik memang penuh tantangan namun apabila stabilitas terjaga justru dapat memunculkan banyak peluang baru di era disrupsi yang kian kencang. Inilah tahun spirit membangun dengan visi menuju kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Tahun jelajah kegembiraan!

Berikut ini agenda politik di Indonesia sepanjang 2018:

1. PENDAFTARAN PASANGAN CALON PILKADA SERENTAK (8-10 JANUARI)
Pilkada Serentak 2018 digelar di 171 daerah (13 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten)

2. MASA KAMPANYE PILKADA SERENTAK (15 FEBRUARI-23 JUNI)

3. PENETAPAN PARPOL PESERTA PEMILU 2019 (18-20 FEBRUARI)
14 parpol lolos tahap verifikasi administrasi dan kini mengikuti verifikasi faktual. 12 partai lama dan 2 parpol baru: Partai Perindo dan PSI.

4. PENCOBLOSAN PILKADA SERENTAK (27 JUNI)

5. PENDAFTARAN CALON ANGGOTA DPR DAN DPRD (4-17 JULI)

6. PENETAPAN PASANGAN CALON TERPILIH PILKAD0.
A SERENTAK (AKHIR JULI)

7. PENDAFTARAN CALON ANGGOTA DPD 2019 (13-15 JULI)

8. PENDAFTARAN CAPRES–CAWAPRES PILPRES (4-10 AGUSTUS)

9. PENETAPAN DAFTAR CALEG TETAP DPR, DPRD DAN DPD (20 SEPTEMBER)

10. MASA KAMPANYE PILEG DAN PILPRES 2019 (13 OKTOBER 2018-13 APRIL 2019)


Posted By risetkitasg 13.02

Rabu, 27 Desember 2017

PT Solid Gold Berjangka | AS Jatuhkan Sanksi kepada Ahli Rudal Korut


PT Solid Gold Berjangka | WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi kepada dua pejabat Korea Utara (Korut) di balik program rudal balistik negara itu pada hari Selasa. Langkah terbaru Washington ini bertujuan untuk memaksa Korut menanggalkan program senjata yang bertujuan mengembangkan rudal nuklir yang mampun menyerang AS.

Dua pejabat Korut Kim Jong-sik dan Ri Pyong-chol dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan AS. Jong-sik dilaporkan merupakan tokoh kunci dalam upaya Korut untuk mengalihkan program rudalnya dari bahan bakar cair ke bahan bakar padat. Sementara Pyong-chol adalah pejabat kunci dalam pengembangan rudal balistik antar benua (ICBM).

"Departemen Keuangan menargetkan para pemimpin program rudal balistik Korea Utara, sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimum kami untuk mengisolasi Korea Utara dan mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea sepenuhnya," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/12/2017).

Sanksi ini akan memblokir setiap properti atau keuntungan yang mungkin dimiliki kedua orang tersebut di dalam yurisdiksi AS dan melarang warga AS melakukan transaksi dengan mereka.

Langkah tersebut menyusul sanksi baru Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diumumkan pada hari Jumat lalu sebagai tanggapan atas uji coba ICBM Korut pada tanggal 29 November lalu. Pyongyang mengklaim rudal tersebut menempatkan seluruh daratan AS dalam jangkauan utama senjata nuklirnya. Sanksi tersebut berusaha untuk lebih membatasi akses Korut terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah serta pendapatannya dari pekerja di luar negeri.

Korut mengumumkan langkah-langkah PBB tersebut sebagai deklarasi perangdan sama saja dengan blokade ekonomi.

Kebuntuan antara AS dan Korut telah menimbulkan kekhawatiran akan adanya konflik baru di semenanjung Korea. Secara teknis, wilayah itu tetap dalam keadaan perang sejak Perang Korea yang pecah pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata bukan sebuah perjanjian damai.

Washington mengatakan bahwa semua opsi dalam menangani Korut, termasuk militer, telah ada di atas meja. AS dikatakan lebih memilih solusi diplomatik, namun Korut tidak memberikan indikasi bahwa pihaknya bersedia untuk membahas denuklirisasi.


Solid Gold
Solid Gold Berjangka

Posted By risetkitasg 13.04

Jumat, 22 Desember 2017

PT Solid Gold Berjangka | Fokus Bangun Pabrik, Phapros Gandeng Raksasa Farmasi Myanmar



PT Solid Gold Berjangka |SEMARANG - PT Phapros Tbk menggandeng raksasa farmasi asal Myanmar Medi Myanmar Group melalui pembentukan usaha bersama (Join Venture) pengembangan bisnis farmasi dan alat kesehatan. Medi Myanmar Group merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Myanmar yang telah berdiri sejak tahun 1991 dengan bisnis utamanya adalah importasi, marketing dan distribusi produk-produk farmasi dari berbagai perusahaan ternama.


Medi Myanmar Group telah berhasil meregistrasi 530 produk baik etikal ataupun OTC yang keseluruhannya sudah sesuai dengan Myanmar FDA guideline dan ACTD. Direktur utama PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami yang akrab disapa Emmy mengatakan, Joint Venture yang dibentuk akan fokus pada pendirian pabrik.


Pada tahap awal, pabrik tersebut disiapkan untuk memproduksi tablet dan kapsul non antibiotik, sebelum kemudian secara perlahan masuk ke arah pengembangan parenteral. “Kami tengah siapkan kajiannya. Sambil menunggu pabrik beroperasi akan diijajaki peluang ekspor OTC atau obat bebas yang dapat dijual tanpa resep dokter,” ungkapnya.


Saat ini perusahaan yang memiliki 20 cabang yang tersebar di berbagai kota di Myanmar tersebut telah menyiapkan lahan di wilayah Yangon Industrial Estate seluas 2 Ha. “Kedua lahan tersebut diperiapkan sebagai lokasi pabrik yang akan dikerjasamakan,” ungkap Emmy.


Ia menambahkan, Phapros juga tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa partner bisnis dan perusahaan farmasi Myanmar lainnya. “Kami coba jajaki kerja sama ekspor di Myanmar guna memperluas cakupan area distribusi Phapros yang sebelumnya sudah merambah negara-negara Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Afrika,” paparnya.


Sementara itu, menurut Komisaris utama PT Phapros Yana Aditya menyatakan, saat ini 90%  produk farmasi yang beredar di Myanmar masih mengandalkan impor, dimana sebanyak 45% di antaranya didatangkan dari India, 35% dari Thailand, dan 10% dari Bangladesh dan Pakistan. "Banyak hal strategis yang dapat dikerjasamakan kedua belah pihak, mulai dari manufaktur, transfer teknologi, pengembangan SDM di bidang farmasi, hingga ekspor-impor," tegas Emmy.


Menurutnya, saat ini pangsa pasar farmasi di ASEAN masih terbuka lebar, berdasarkan data Kementerian Perindustrian total pasar farmasi ASEAN sebesar USD 17,4 miliar. Sebagai perbandingan, pada tahun 2017 nilai pasar produk farmasi di Indonesia sekitar USD 4,7 miliar atau setara 27 persen dari total pasar farmasi di ASEAN. 


Posted By risetkitasg 11.07

Kamis, 21 Desember 2017

Solid Gold | Dibayangi Ancaman AS, PBB Gelar Sidang Darurat Soal Yerusalem



Solid Gold | NEW YORK - Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara akan mengadakan sesi darurat khusus langka pada hari ini Kamis (21/12/2017). Sesi darurat khusus ini diadakan atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Isrel. Sesi khusus ini pun memicu sebuah peringatan dari Washington bahwa mereka akan membuat daftar negara-negara yang melawan kebijakan tersebut.

Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan, Majelis Umum akan memberikan suara pada sebuah rancangan resolusi yang menyerukan agar deklarasi Trump ditarik. Sebelumnya, resolusi ini telah diveto oleh AS di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara pada hari Senin.

Sebanyak 14 negara anggota Dewan Keamanan memilih resolusi yang dibuat oleh Mesir tersebut, yang tidak secara khusus menyebutkan AS atau Trump namun mengungkapkan penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.

Mansour mengatakan pada hari Senin bahwa dia berharap akan ada "dukungan yang luar biasa" di Majelis Umum untuk resolusi tersebut. Pemungutan suara semacam itu tidak mengikat, namun membawa bobot politik.

Sementara itu Duta Besar AS Nikki Haley, dalam sebuah surat kepada puluhan negara anggota PBB, memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengingat orang-orang yang memilih resolusi yang mengkritik keputusan AS.

"Presiden akan mengawasi pemungutan suara ini secara hati-hati dan meminta saya melaporkan kembali negara-negara yang memberikan suara menentang kami. Kami akan mencatat setiap pemungutan suara untuk masalah ini," tulis Haley seperti dikutip dari Reuters, Kamis (21/12/2017).

Dia pun mengulangi seruannya dalam sebuah cuitan di Twitter: "AS akan membuat daftar."

Di bawah resolusi tahun 1950, sebuah sesi khusus darurat dapat diminta agar Majelis Umum mempertimbangkan masalah dengan maksud untuk memberikan rekomendasi yang sesuai kepada anggota untuk tindakan bersama jika Dewan Keamanan gagal untuk bertindak.

Hanya 10 sesi seperti ini yang telah diadakan, dan terakhir kali Majelis Umum bertemu dalam sesi tersebut pada tahun 2009 terkait Yerusalem Timur yang diduduki dan wilayah Palestina. Pertemuan hari Kamis akan dilanjutkan dengan sesi tersebut.

Trump tiba-tiba membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade pada bulan ini ketika ia mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengakuan ini menimbulkan kemarahan dari orang-orang Palestina dan dunia Arab serta keprihatinan di antara sekutu Barat Washington.

Trump juga berencana memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv. Rancangan resolusi PBB menyerukan agar semua negara menahan diri untuk tidak mendirikan misi diplomatik di Yerusalem.

Haley mengatakan pada hari Senin bahwa resolusi tersebut diveto di Dewan Keamanan untuk membela kedaulatan dan peran AS dalam proses perdamaian Timur Tengah. Dia mengkritiknya sebagai penghinaan ke Washington dan membuat malu anggota dewan. 

Posted By risetkitasg 12.57