Tampilkan postingan dengan label sg berjangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sg berjangka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 September 2017

Takut dikritik, Suu Kyi pilih absen dari Sidang Umum PBB

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Di tengah tragedi pembantaian terhadap etnis minoritas muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, kecaman terhadap peraih penghargaan Nobel Perdamaian kini didapuk menjadi Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, terus berdatangan.



Diduga karena itu, anak dari pahlawan kemerdekaan Myanmar, Jenderal Aung San, memilih menghindar dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dilansir dari laman BBC, Suu Kyi memutuskan tidak bakal hadir dlm Sidang Umum PBB digelar pekan depan.

Konon kalau dia datang bakal dikritik habis-habisan lantaran tidak mampu menangani kekerasan terhadap etnis Rohingya dilakukan pasukan Myanmar.

"Penasihat Negara tidak akan menghadiri sidang umum PBB," kata juru bicara Suu Kyi, Zaw Htay.

Sayang Zaw tidak memberi penjelasan mengapa Suu Kyi urung hadir dlm Sidang Umum PBB.

Padahal hari ini Dewan Keamanan PBB bakal menggelar rapat membahas krisis orang Rohingya di Myanmar.

Baca Juga : Simpatisan Rohingya Retas Situs Federasi Beras Myanmar | Solid Gold Berjangka

Pemerintah Myanmar menyangkal mereka memburu & membantai etnis Rohingya, dgn dalih menumpas gerakan militan Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA).

Anggota ARSA menyerbu pos pemeriksaan di perbatasan pada 25 Agustus dgn senjata ala kadarnya, menyebabkan 12 orang tewas.

Tentara Myanmar bereaksi dgn mengirim ribuan bersenjata lengkap.

Mereka jg menolak pengajuan gencatan senjata diajukan ARSA.

Argumen Myanmar dibantah oleh Kepala Komisi Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Raad al-Hussein.

Menurut Zeid, perlakuan pasukan Myanmar terhadap etnis Rohingya lebih mengarah ke pembersihan etnis (genosida) ketimbang operasi militer menumpas pemberontak.

Sebab, dari fakta-fakta dikumpulkannya, serdadu Myanmar jg menyasar warga sipil Rohingya, sekaligus membakar seluruh perkampungan mereka.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 13.22

Rabu, 13 September 2017

PBB: Krisis Myanmar adalah pembersihan etnis Rohingya

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Zeid Ra'ad al-Hussein, mengatakan pemerintah Myanmar benar-benar tengah melakukan pembersihan etnis terhadap warga Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine.



Tak hanya itu, al-Hussein jg menyatakan perlakuan pemerintah Myanmar terhadap kaum minoritas itu benar-benar telah melanggar hukum internasional.

"Terjadi pembunuhan di luar hukum yg ekstrem & kekejaman yg konsisten, seolah pemerintah menggunakan cara ini untuk memindahkan secara paksa sejumlah besar orang agar tidak lagi kembali ke tempat asalnya," kata al-Hussein di hadapan Dewan HAM PBB di Jenewa.

"Situasi ini merupakan contoh nyata tentang pembersihan etnis," tambahnya.

Seperti diketahui, lebih dari 300.000 orang telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak 25 Agustus lalu untuk mencari perlindungan dari serangan yg terus dikerahkan oleh militer Myanmar terhadap kaum Rohingya maupun desa mereka.

Sejak saat itu, para pengungsi Rohingya memberi kesaksian terhadap apa-apa yg telah menimpa mereka kepada wartawan & kelompok hak asasi manusia.

Mereka mengaku tentara Myanmar & penduduk setempat telah membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah & membunuh warga Rohingya termasuk wanita & anak-anak.

Meski demikian, pejabat di Myanmar membantah dengan mengatakan warga Muslim Rohingya telah membakar rumah beserta desa mereka sendiri.

"Klaim itu merupakan penyangkalan atas kenyataan yg sebenarnya terjadi di sana," tegas al-Hussein.

Komentar al-Hussein ini menambah daftar kritik di mata internasional terhadap krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine yg dilakukan militer Myanmar.

Pemimpin negara Aung San Suu Kyi jg menerima kritikan serupa karena terus-terusan bungkam tanpa mengambil tindakan apapun untuk menghentikan kekejaman militernya.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 11.59

Selasa, 05 September 2017

Foto Satelit Musnahnya Desa Rohingya

PT Solid Gold Berjangka - Kelompok pembela hak asasi Human Right Watch menyerukan pemerintah Myanmar untuk mengizinkan pemantau independen menyelidiki peristiwa kekerasan di Negara Bagian Rakhine yg menimpa warga muslim Rohingya.



HRW jg merilis sejumlah foto memperlihatkan sejumlah desa di Rakhine musnah dibakar.

"Foto satelit terbaru ini memperlihatkan musnahnya sebuah desa muslim & ini menandakan parahnya kerusakan di Rakhine, bahkan bisa jadi lebih buruk dari yg dibayangkan," kata Direktur HRW untuk Asia Phil Roberteson dlm pernyataannya.

Foto yg diambil pada 31 Agustus di Desa Chein Khar Li di sebelah utara Rakhine itu memperlihatkan lebih dari 700 bangunan di san hangus terbakar atau sekitar 99 persen dari seluruh desa.

"Ini hanya satu desa dari 17 lokasi tempat kebakaran terjadi," kata Robertson.

Kabar mengenai sejumlah desa yg dibakar, diduga dilakukan oleh militer Myanmar, jg pernah muncul dlm laporan hasil penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun lalu.

Pada 27 Agustus lalu militer Myanmar & warga lokal bersenjata diduga menggelar operasi besar-besaran pembantaian terhadap muslim Rohingya.

"Pembantaian itu berlangsung kira-kira selama lima jam, dari pukul 14.00 hingga 19.00," kata laporan Fortify Rights.

Sementara kantor berita Reuters menuturkan, lebih dari 2.600 desa dibumihanguskan di Rakhine.

Peristiwa ini dianggap kekerasan terparah dialami minoritas muslim Rohingya selama beberapa dekade.

Baca juga Artikel - artikel menarik kami lainnya di :
(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 10.56

Senin, 31 Juli 2017

Solid Gold | Korea Utara Lepas Rudal Mengarah ke Jepang

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan Korea Utara melepas, apa yg diyakini sbg rudal, ke arah laut wilayah Jepang.



Shinzo Abe, mengatakan pemerintah sedang menyelidiki lebih jauh akan kabar peluncuran rudal itu, yg ditengarai terjadi sekitar tengah malam Jumat.

Kabar ini kemudian disikapi Abe dgn segera mengadakan rapat penting dgn bagian pertahanan & keamanan Jepang.

"Saya menerima informasi bahwa Korea Utara sekali lagi melepaskan sebuah rudal," ujarnya.

"Kami akan segera menyelidiki lebih jauh informasi ini & melakukan apa yg bisa kami lakukan untuk melindungi keamanan warga Jepang."

Belum dipastikan rudal jenis apa yg telah diluncurkan Korut.

Pada 4 Juli lalu, Korut telah memicu kekhawatiran dunia ketika mereka melakukan uji coba peluncuran rudal balistik kali pertama.

Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mengatakan rudal itu terbang melintasi sekitar 45 menit & tampak mendarat di perairan area ekonomi ekslusif Jepang, akan tetapi belum ada laporan kerusakan.

Suga menambahkan peluncuran rudal itu tidak dapat diterima & melanggar resolusi PBB, & mengatakan Jepang telah menyampaikan protesnya setegas mungkin.

Terkait kabar ini, radio Jepang, NHK jg mengungkapkan petugas telah memberi peringatan keamanan bagi moda transportasi kapal & penerbangan.

Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Christopher Logan mengkonfirmasi bahwa AS mendeteksi adanya peluncuran rudal balistik dari Korea Utara.

Baca Juga : Sejarah Berdirinya Negara Israel | Solid Gold

"Kami baru-baru ini mengakses semua data & kami akan memberikan informasinya segera," tambah dia.

Awal pekan ini, pemerintah AS mengatakan mereka jg telah mendeteksi adanya persiapan untuk peluncuran rudal baru, yg mereka pikir merupakan rudal jarak menengah atau ICBM, yg jg disebut KN-20 atau Hwasong-14.

Kepala negara Korut, Kim Jong Un, yg secara personal mengawasi peluncuran perdana misil pada 4 Juli lalu menggambarkan itu sbg hadiah untuk 'Amerika bangsat'.

Militer AS telah memperkirakan akan adanya rudal yg diluncurkan pada Kamis, yg bertepatan dgn peringatan hari jadi ke-64 tahun penandatangan kesepakatan angkatan bersenjata Korut.

Uji coba rudal ini meningkatkan ketegangan di kawasan sekitarnya, membuat AS, Jepang & Korea Selatan berhadapan dgn China, sekutu Korut.

Setelah uji coba, AS memberikan dorongan pada PBB agar lebih tegas akan sikap Korut.

Secara keseluruhan, PBB pernah memberikan setidaknya enam sanksi pada Korut sejak uji coba rudal pertama mereka pada 2006.

Dua resolusi yg diadopsi tahun lalu secar signifikan mempertegas sanksi yg diberikan.

(Prz - Solid Gold)

Posted By risetkitasg 13.18

Rabu, 26 Juli 2017

Solid Gold | Jika Kim Jong-un Terancam, 'Jantung' AS Bakal Digempur Nuklir

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Korea Utara mengancam akan melakukan serangan nuklir di 'jantung Amerika Serikat' jika Washington berusaha menyingkirkan Kim Jong Un sbg pemimpin tertinggi di negaranya.

Demikian diberitakan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Selasa 25 Juli 2017 waktu setempat.

Ancaman tersebut merupakan tanggapan atas komentar dari Direktur CIA Mike Pompeo, yg mengatakan pekan lalu bahwa pemerintahan Trump perlu menemukan cara untuk memisahkan Jong-un dari persediaan nuklirnya yg terus bertambah.



"Untuk rezim tersebut, saya berharap kita akan menemukan cara untuk memisahkannya dari sistem nuklir," kata Pompeo.

"Warga Korea Utara saya yakin adalah orang-orang yg baik & akan sangat senang melihatnya pergi."

Menurut laporan KCNA yg mengutip pernyataan seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, "Rezim secara hukum menetapkan bahwa jika martabat tertinggi terancam, negara tersebut harus secara preemptif memusnahkan negara & entitas yg terlibat secara langsung atau tidak langsung di dalamnya, dgn memobilisasi segala jenis serangan termasuk nuklir."

"Jika AS berani menunjukkan sedikit upaya untuk melengserkan kepemimpinan tertinggi, maka kami akan melakukan pukulan tanpa ampun di 'jantung AS' dgn nuklir kuat kami, yg terus diuji seiring berjalannya waktu," imbuh juru bicara tersebut.

Ancaman Korut mengemuka di tengah penilaian berkelanjutan dari komunitas intelijen AS bahwa negara tersebut telah mempercepat program rudal balistik antar benua.

Seorang juru bicara Badan Intelijen Pertahanan AS menolak untuk berkomentar secara langsung mengenai laporan dari The Washington Post bahwa penilaian terakhir agensi tersebut menyimpulkan Pyongyang akan memiliki rudal balistik yg mampu meluncur antar benua pada awal tahun depan.

Namun, ia mengakui bahwa kemampuan rudal Pyongyang terus berkembang.

"Uji coba rudal balistik antar wilayah Korut baru-baru ini adalah salah satu tonggak sejarah yg kami harapkan akan membantu memperbaiki garis waktu & penilaian kami atas ancaman Kim Jong-un terhadap Benua Amerika," ujar Manajer Badan Intelijen Nasional untuk Asia Timur, ODNI, Scott Bray.

"Tes ini, & dampaknya terhadap penilaian kami, menyoroti ancaman bahwa program rudal nuklir & balistik Korea Utara mengarah ke Amerika Serikat, untuk sekutu kami di wilayah ini, & ke seluruh dunia."

"Komunitas intelijen memantau dgn ketat ancaman yg meluas dari Korea Utara," tambah Bray.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley jg memperingatkan anggota parlemen bulan lalu bahwa program rudal Korut dapat berkembang lebih baik daripada perkiraan sebelumnya di bawah rezim Jong-un.

"Anda lebih optimis mengatakan itu beberapa tahun sebelum sebuah ICBM (rudal balistik antar benua) berkembang," kata Haley.

"Saya pikir itu akan terjadi lebih cepat, karena mereka memiliki target untuk melakukan itu."

Korut jg tampaknya sedang mempersiapkan uji coba rudal lainnya.

Menurut seorang pejabat Pertahanan AS, kendaraan pengangkut yg membawa peralatan peluncuran rudal balistik terlihat tiba di Kusong, Korea Utara, pekan lalu.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa ketika peralatan tersebut terlihat, peluncuran dapat terjadi dlm enam hari.

Diperkirakan bertepatan dgn hari libur Korut pada 27 Juli mendatang dlm rangka peringatan gencatan senjata yg mengakhiri Perang Korea.

Awal bulan ini intelijen AS mengindikasikan, Korut jg sedang melakukan persiapan untuk uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) atau uji coba jarak menengah.

Dua staf AS yg memahami situasi tersebut pun memastikan bahwa mereka telah melihat indikator persiapan uji coba nuklir Korut berikutnya.

Selain itu, satelit AS kabarnya jg telah mendeteksi citra baru & emisi radar berbasis satelit yg menunjukkan bahwa Korut dapat menguji komponen & fasilitas kontrol rudal untuk peluncuran ICBM atau rudal jarak menengah lainnya.

Juni lalu, menurut dua pejabat militer AS, militer AS jg dilaporkan tengah memperbarui opsi bagi Presiden Donald Trump untuk memberikan respons cepat terkait Korut.

"Pilihan tersebut mencakup sebuah respons militer presiden AS jika Pyongyang melakukan uji coba rudal nuklir atau rudal balistik yg mengindikasikan bahwa rezim tersebut telah membuat kemajuan signifikan untuk mengembangkan senjata yg dapat menyerang AS," kata mereka.

Pada Sabtu 22 Juli di Aspen Security Forum, Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford mengatakan ada beberapa rencana militer untuk Korut akan dipresentasikan kepada Trump.

Penilaian intelijen AS baru-baru ini menunjukkan bahwa Korut sejauh ini tak akan dapat menindaklanjuti ancaman terakhirnya untuk memukul AS dgn senjata nuklir.

Namun, celah untuk mencegah ambisi nuklir Kim Jong-un telah tertutup rapat.

Baca juga Artikel - artikel menarik kami lainnya di :
(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By risetkitasg 11.29