Selasa, 17 Oktober 2017

Solid Gold | 17-10-1906: Tipu Daya Tukang Sepatu Kelabui Tentara Jerman




Solid Gold | Berlin - Hari ini di tahun 1906, seorang tukang sepatu di Jerman sukses menipu sepasukan tentara. Para serdadu itu bahkan membantu pelaku mencuri 4.000 marks --mata uang yg digunakan di Kekaisaran Jerman dari tahun 1873 sampai 1914.

Bagaimana bisa?

Adalah Wilhelm Voigt si pelaku tipu daya tersebut. Seperti dikutip dari History Channel, pria yg kala itu berusia 57 tahun, dgn catatan kriminal panjang, mempermalukan tentara Jerman dgn mengeksploitasi ketaatan buta mereka terhadap atasan.

Tipu daya itu bermula saat Voight yg mengenakan seragam kapten -- entah palsu atau curian -- mendekati sekelompok tentara di Tegel, Jerman, tepat di luar Berlin. Dengan suara dibuat setegas mungkin, ia memerintahkan unit tersebut utk mengikutinya sejauh 20 mil ke Kota Kopenik.

Setelah makan siang, Voight menempatkan para serdadu dalam posisi siaga, & menyerbu kantor wali kota.

Kepada para 'bawahannya', ia berdusta bahwa wali kota bersalah & harus ditangkap, Ia kemudian memerintahkan pasukan utk membawanya ke tahanan.

Wali kota kemudian dimasukkan ke dalam mobil, & Voigt memerintahkan agar ia dikirim ke pihak kepolisian di Berlin. Dia kemudian meminta diantar ke kotak penyimpanan uang & menyita 4.000 marks yg berada di dalamnya.

Dalam perjalanan ke Berlin, Voigt berhasil kabur, membawa uang hasil akal bulusnya itu. Namun, butuh waktu lebih dari beberapa jam di kantor polisi, sebelum para korbannya menyadari bahwa itu semua adl tipuan.

Meskipun Kaiser atau Kaisar Jerman saat itu, Wilhelm II menganggap kisah perampokan itu lucu, ternyata tak demikian dgn pihak militer. Sebuah perburuan besar-besaran utk menemukan Voigt dilakukan.

Beberapa hari kemudian, Voigt akhirnya tertangkap di Berlin. Dia dihukum empat tahun penjara atas ulah pencurian yg dilakukannya. Tapi Kaiser mengeluarkannya dalam waktu kurang dari dua tahun.

Voigt justru dianggap sebagai seorang pahlawan rakyat selama sisa hidupnya. Mengenakan seragam kapten, fotonya pun diabadikan. Sejak saat itu ia dikenal dgn sebutan The Captain of Köpenick.

Di belahan Bumi lain, pada 17 Oktober 1931 tercatat sebagai momen saat gembong Mafia Al Capone dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun atas kasus penghindaran pembayaran pajak.

Sementara pada 17 Oktober 1968 sejarah mengabadikannya sebagai hari di mana 'silent protest' atlet di Olimpiade Meksiko melawan rasisme yg akhirnya mendunia. Saat itu, dua atlet berkulit hitam mengukir sejarah. Mereka adl Tommie Smith & John Carlos.

Aksi utk memprotes diskriminasi atau rasisme yg dialami warga kulit hitam di Amerika Serikat (AS) itu mereka lakukan dgn berdiri diam. Smith & Carlos yg masing-masing meraih medali emas & perunggu utk lari 200 meter itu berdiri diam di tengah arena olimpiade saat lagu kebangsaan AS dimainkan.

Sambil menunduk, Smith mengacungkan tangan kanan & Carlos mengangkat tangan kiri. Keduanya mengenakan sarung tangan hitam, syal hitam, kaus kaki hitam, & 'nyeker' alias tanpa alas kaki. Perbuatan mereka ini mendapat perhatian dari peserta olimpiade dari berbagai negara. Mendunia.

Setelah meninggalkan podium kemenangan, Smith & Carlos disoraki banyak penonton. Demikian spt dimuat laman histori, BBC on This Day.



Solid Gold | Zmrn

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 10.45

Senin, 16 Oktober 2017

Solid Gold | Lambaian Tangan Terakhir Djarot di Balai Kota



Solid Gold : Jakarta - Jumat, 13 Oktober 2017 menjadi hari terakhir Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berkantor di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Namun, tak ada alasan bagi Djarot untuk bersantai atau mengendorkan aktivitas. Masih ada kegiatan yg menantinya, baik di Balai Kota maupun di luar kantor.

Djarot keluar dari rumah dinas gubernur di Jalan Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 07.40 WIB. Menumpangi Toyota Land Cruiser, Djarot didampingi sang istri, Happy Farida, meninggalkan rumah dinas diikuti dua mobil ajudan. Tak ketinggalan dua sepeda motor dari Dinas Perhubungan DKI yg mengawal di depan & belakang rombongan.

Agenda pertama pagi ini adalah menuju Kompleks Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, untuk meresmikan RPTRA KKO. Selain itu, Djarot juga akan menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja, serta serah terima peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Usai mengikuti kedua agenda itu, selesai pula kegiatan Djarot di luar kantor. Peresmian RPTRA KKO menjadi penanda selesainya tugas resmi Djarot sbg Gubenur DKI sejak mulai bertugas sbg Plt Gubernur pada Rabu, 10 Mei 2017 & dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Kamis, 15 Juni 2017 di Istana Negara, Jakarta.

"Ini agenda kita yg terakhir, & Jumat ini saya akan selesaikan semua surat yg perlu keputusan segera. Hari ini, kami selesaikan semua surat, sehingga tdk ada lg tanggungan. Saya perintahkan hari Sabtu sama Minggu bersih, tdk ada lg (disposisi surat)," kata Djarot di kawasan Cilandak, Jumat siang.

Rencananya, usai dari Cilandak, mantan Wali Kota Blitar itu akan menuju Balai Kota untuk membereskan dokumen serta melaksanakan salat Jumat. Yang jelas, Djarot yakin tak akan bs konsentrasi bekerja di Balai Kota pada hari terakhir ini.

"Saya yakin di kantor banyak sekali orang. Mungkin habis salat Jumat itu saya minta ajudan bawa saja pulang, berapa koper bawa pulang. Sebab kalau di kantor itu maaf enggak bs terus ya, kadang ada tamu, ada foto-foto. Saya minta rapikan, habis salat Jumat beresin semuanya," ucap dia.

Benar saja, ketika Djarot tiba di Balai Kota sekitar pukul 10.30 WIB, puluhan warga tlh menunggu sejak pagi. Namun, Djarot memutuskan untuk masuk ke ruang kerjanya membereskan berbagai dokumen. Lama berada di ruang kerjanya, dia kemudian terlihat keluar untuk menunaikan salat Jumat.

Sementara itu, di depan Balai Kota Jakarta, puluhan warga yg sdh datang sejak pagi tetap tak beranjak. Mereka menunggu Djarot di hari terakhirnya bekerja di Balai Kota.

"Mau foto dgn Pak Djarot & wisata bunga-bunga," kata Setiawati, warga Kedoya, Jakarta Barat, saat ditanyakan tujuannya ke Balai Kota.

Keinginan Setiawati & warga lain akhirnya terpenuhi ketika usai salat Jumat, terlihat di selasar Balai Kota ada pergerakan mobil dinas Djarot. Langsung saja mereka mengerubungi politikus PDIP itu untuk berfoto bersama sekaligus mengucapkan terima kasih.

"Barakallah, terima kasih atas semuanya, sukses ya, Pak," ujar warga yg umumnya para ibu itu.

"Terima kasih, terima kasih," ucap Djarot sambil menyalami mereka satu per satu.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Djarot menaiki mobil dinas. Diiringi lambaian tangan warga, Djarot yg membuka kaca mobil membalas lambaian itu & berlalu dari pelataran Balai Kota Jakarta menuju rumah dinas.

Menjelang petang, Balai Kota Jakarta makin sepi dari kerumunan warga. Yang bertahan hanya deretan ratusan karangan bunga ucapan perpisahan & terima kasih untuk Djarot yg berdatangan sejak awal pekan lalu.

Sabtu, 14 Oktober 2017, Djarot masih akan datang ke Balai Kota, Namun, dia tak akan lg masuk ke ruang kerja, krna tugas resminya sbg Gubernur sdh berakhir. Sabtu pagi adalah acara perpisahan. Djarot akan dilepas secara resmi & menaiki kereta kencana saat meninggalkan Balai Kota.

Nyanyian & Air Mata di Hari Pertama

Rabu, 10 Mei 2017, Balai Kota Jakarta disesaki warga. Sekitar seribu warga yg berdatangan sejak pagi tampak berkumpul & memerahkan Balai Kota dgn atribut yg mereka kenakan. Tuan rumah sendiri blm terlihat tiba.

Sejumlah atribut menghiasi Balai Kota. Di antaranya balon, spanduk bertuliskan Ahok-Djarot, & ratusan karangan bunga yg sdh memenuhi kawasan gedung tempat Gubernur DKI Jakarta berkantor tsb. Sementara warga yg hadir terlihat kompak mengenakan pakaian berwarna merah.

Hari itu memang istimewa bagi kerumunan warga di Balai Kota, krna Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan berkantor untuk pertama kalinya sbg Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta.

Sehari sebelumnya, Selasa petang, Djarot sdh dilantik Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sbg Plt Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, kompleks Balai Kota Jakarta. Sepanjang acara pelantikan, nyaris tak ada senyum di wajah Djarot.

Djarot menggantikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yg harus berhenti setelah divonis dua tahun penjara dlm kasus penodaan agama. Mulai Rabu pagi itu, semua tanggung jawab & permasalahan di Ibu Kota beralih kepada Djarot.

Sembari menunggu kedatangan Djarot di Balai Kota, musisi & komposer Addie MS yg menjadi inisiator penyambutan Djarot mengajak warga untuk menyamakan suara menyanyikan sejumlah lagu perjuangan yg nantinya dibawakan saat Djarot tiba di Balai Kota.

Sekitar pukul 07.40 WIB, sosok yg ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Djarot datang & menuju ruang kerjanya. Setelah bertemu dgn Addie MS di ruang kerjanya, Djarot kemudian keluar ruangan menemui warga yg menunggu.

Addie MS kemudian mengambil inisiatif memimpin warga untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri, Rayuan Pulau Kelapa, & Garuda Pancasila. Mata Djarot terlihat berkaca-kaca saat menyanyikan lagu-lagu tsb. Warga pun bernyanyi.

Tidak lupa, Djarot juga mengajak warga yg tlh memerahkan Balai Kota itu untuk memberi hormat kepada Sang Saka Merah Putih. Dalam suasana emosional tsb, sesekali terdengar teriakan dari warga yg menyerukan nama Ahok.

"Hidup Ahok! Hidup Ahok!" teriak mereka.

Sesaat setelah itu, suasana hening ketika Djarot memulai untuk berpidato. Djarot mengaku terharu dgn berbagai dinamika yg belakangan ini terjadi.

"Sungguh pagi ini merupakan satu kejutan bagi kita bersama, bahwa setelah melalui berbagai peristiwa. Saudara-saudara pada pagi hari ini berkumpul di sini dgn tertib, damai, dgn wajah-wajah penuh optimisme untuk menatap ke depan," kata Djarot dgn suara terbata-bata.

"Bukan, saya bukan sedih, tapi terharu. Ini sebetulnya hari pertama saya masuk sbg Plt, kemudian disambut dgn semangat nasionalisme," ujar Djarot.

Djarot kemudian menyeka air mata dgn sapu tangan sebelum menceritakan pertemuan dirinya dgn Ahok pada malam sebelumnya. Dia juga menyampaikan pesan Ahok untuk para pendukungnya.

"Tadi malam saya bertemu Pak Ahok. Saya berdiskusi dgn Pak Ahok & Beliau berpesan pada saya, yg harus saya sampaikan pada kalian, bahwa kita menghormati, kita menghargai apa pun yg jd keputusan majelis hakim," tegas Djarot dgn suara tertahan.

Pada kesempatan itu, Djarot juga mengatakan tdk akan mengubah kebiasaan Ahok yg selalu meluangkan waktu di pagi hari untuk bertemu warga. Dan itu langsung dibuktikan di hari pertama dia menjabat sbg Plt Gubernur DKI.

Djarot terlihat melayani antrean foto bersama warga usai penyambutan dirinya. Selain itu, Djarot juga mengubah sistem pelayanan pengaduan warga. Ia ingin warga dilayani sesuai bidang aduannya masing-masing, sehingga lebih tertib & bs ditangani dgn baik.

"Kami akan bikin cluster sesuai dgn bidang masing-masing pengaduan. Ada cluster rumpun pendidikan, itu meja sendiri, kemudian kesehatan, perumahan, pelayanan masyarakat, & masalah-masalah yg sifatnya kompleks, umum, khusus," kata Djarot.

Dia akan memantau setiap proses pengaduan tsb. Hanya sistem pelayanannya saja yg berubah, tetapi pengaduannya akan tetap dilakukan di pendopo Balai Kota DKI Jakarta spt yg dilakukan Ahok sebelumnya.

Dan yg pasti, sejak hari itu Djarot tak lg masuk dari pintu samping, melainkan langsung dari pintu depan Balai Kota untuk menerima aduan warga yg sebelumnya menjadi rutinitas Ahok.

Sukses & Gagal di Saat Akhir

Moratorium Reklamasi Dicabut

Tepat sepekan sebelum masa jabatan sbg Gubernur DKI Jakarta berakhir, Djarot Saiful Hidayat mendapat kabar kalau moratorium pembangunan megaproyek reklamasi teluk Jakarta resmi dicabut oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

"Menteri LHK tlh mencabut sanksi administratif Pulau C, Pulau D & Pulau G, krna pengembang tlh memenuhi sanksi moratorium dari pemerintah pusat krna masalah analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Atas dasar itulah saya mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017 pada hari Kamis," ujar Luhut dlm keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 7 Oktober.

Dengan surat tsb maka surat keputusan Menko Maritim pada tahun 2016 yg menghentikan sementara pembangunan reklamasi dicabut.

"Dengan ini diberitahukan bahwa penghentian sementara (moratorium) pembangunan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta (sebagaimana dlm surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor: 27.1/Menko/Maritim/IV/2016, tanggal 19 April 2016), dinyatakan dicabut & tdk berlaku lg," demikian kutipan surat tsb.

Keputusan ini disambut gembira Djarot yg sejak awal memang mendukung diteruskannya reklamasi di Teluk Jakarta.

"Saya terima kasih. Memang sdh seharusnya dicabut. Kalau enggak boleh, sejak zaman dulu dong enggak boleh, kan sdh sejak tahun 1995, 1997," kata Djarot di Balai Kota Jakarta.

Mantan Wali Kota Blitar itu menyebut, sdh seharusnya moratorium megaproyek reklamasi Teluk Jakarta tsb dicabut, salah satunya demi menjaga investasi di sana.

"Kan tdk mungkin kami harus mengugurkan itu, sedangkan investasi sedang dilakukan di sana. Ini untuk menjamin semua investasi di Jakarta & di Indonesia, menjamin ada kepastian (investasi)," ujar Djarot.

Masuk Ancol Gratis Batal

Sayang, keinginan Djarot di akhir masa jabatannya memberi kado istimewa untuk menggratiskan warga masuk kawasan pantai Ancol tak terwujud.

Tepat di hari terakhir dia berkantor di Balai Kota Jakarta, Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol sbg pengelola menolak permintaan Djarot untuk membebaskan warga masuk kawasan wisata Ancol.

"Dapat dipastikan bahwa gratis masuk Ancol pada 14 Oktober tdk dilaksanakan," kata Rika Lestari selaku Corporate Communication PT Ancol lewat pesan singkat, Jumat (13/10/2017).

Dia melanjutkan, diperlukan waktu panjang untuk mengkaji seluruh aspek yg terdampak terkait masuk gratis, khususnya dari aspek keuangan. Menurut Rika, dgn masuk Ancol gratis, hal yg pertama kali terdampak adalah kinerja perusahaan.

Selain itu, sbg perusahaan terbuka yg terdaftar di bursa efek, pihaknya perlu memperhatikan aturan-aturan yg berlaku di pasar modal. "Khususnya terkait transaksi material & benturan kepentingan," ujar Rika.

Di samping itu, Rika menegaskan, pihaknya juga harus memperhatikan kepentingan para pemegang saham, baik mayoritas & minoritas. "Ya, harus memperhatikan pemegang saham," Rika memungkasi.

Padahal, usai bertemu Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol di Balai Kota, Djarot menyebut pihak Ancol sepakat untuk melakukan uji coba tiket gratis mulai Sabtu 14 Oktober 2017.

"Ini ada Direksi Ancol. Saya bilang dikaji betul kebijakan kita membebaskan pengunjung Ancol. Saya minta 14 Oktober uji coba dimulai, gratis untuk orang yg masuk," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.

Djarot menyatakan, masa uji coba gratis masuk Ancol akan berlaku selama enam bulan. Namun, harapan Djarot terpental di saat kewenangannya sbg Gubernur Jakarta tak ada lg.

Jokowi-Djarot Saling Terkait

Sementara itu, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai apa pun yg dikerjakan Gubernur Djarot selama lebih kurang enam bulan terakhir, tak bs dilepaskan dari periode kerja sejak era Gubernur Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama, Plt Sumarsono hingga Djarot.

"Semuanya saling terkait, apa yg sdh dilakukan Pak Djarot justru diawali Pak Jokowi," ujar Nirwono Joga saat dihubungi Liputan6.com, Jumat 13 Oktober 2017 malam.

Dia mencontohkan soal penanganan masalah banjir di Ibu Kota. Semuanya diawali Jokowi dgn merevitalisasi waduk, di antaranya Waduk Pluit & Waduk Ria Rio. Namun, upaya itu terhenti pada 2015.

"Sejak era Pak Ahok, revitalisasi waduk terhenti, padahal masih ada puluhan waduk lain, ini sgt disayangkan. Tapi, Pak Ahok kemudian aktif membenahi sungai," jelas Nirwono.

Masih soal penanganan banjir & pengelolaan lingkungan, dia melihat ada cara berpikir yg salah selama periode 2012-2017. Hingga berakhirnya masa tugas Djarot, Ibu Kota baru memiliki ruang terbuka hijau (RTH) sekitar 9,98 persen, 25 taman kota yg baru serta 287 RPTRA.

"Ini menandakan bahwa RTH blm jd isu utama untuk penanggulangan banjir, seolah membangun RPTRA sama dgn membuat taman kota," ujar Nirwono.

Cara berpikir inilah yg menurut dia harus diubah. RPTRA harus dilihat sbg tempat yg lebih berfungsi secara sosial, & tak bs disamakan dgn taman kota atau RTH yg secara fungsional lebih dekat untuk penataan lingkungan, spt mencegah banjir.

Kesalahan itu pula yg dia lihat ketika moratorium reklamasi di Teluk Jakarta dicabut saat akan berakhirnya kepemimpinan Gubernur Djarot. Pada akhirnya, ini akan menjadi pertaruhan bagi kepemimpinan baru di tangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Saya yakin soal reklamasi ini akan ditagih publik usai Anies-Sandi dilantik & akan mempengaruhi program Anies-Sandi selama lima tahun ke depan jika hasilnya tdk sesuai dgn janji kampanye," tegas Nirwono.

Dia beralasan, salah satu faktor Anies-Sandi mendulang suara saat Pilkada DKI adalah krna pasangan ini menolak reklamasi. "Ini masalah komitmen awal, bs tdk janjinya dipegang?" pungkas Nirwono Joga.


Baca juga Artikel - artikel Keren & Terupdate kami lainnya di :

    Wordpress.com : Solid Gold
    Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka
    Blogdetik.com : Solid Gold
    Strikingly.com : Solid Gold Berjangka
    Wixsite.com :Solid Gold
    jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka
    Spruz.com : Solid Gold Berjangka
    Bravesite.com : PT Solid Gold Berjangka

(Zmrn - Solid Gold Berjangka)

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 08.19

Senin, 09 Oktober 2017

Solid Gold | Dikira Sehat, Hal Ini Justru Racun dalam Hubungan Cinta Anda



Solid Gold | Jakarta Menurut Anda, apakah hubungan cinta dengan pasangan sudah baik dan sehat? Di kehidupan modern saat ini, banyak orang tidak bisa membedakan hubungan cinta yang sehat dan tidak.

Dilansir dari thelist, Minggu (8/10/2017), berikut ini adalah beberapa hal dalam sebuah hubungan cinta yang sebenarnya racun, namun terlihat sehat dari luar. Penasaran apa saja?

1. Konflik yang menyamar sebagai gairah

Di kehidupan modern ini, banyak pasangan menjadikan konflik sebagai gairah untuk mencari siapa yang lebih dominan. Pola hubungan cinta seperti ini jika terjadi secara intens justru akan menjauhkan Anda dan pasangan dari keintiman.

2. Menjaga kedamaian

Terkadang memang lebih mudah mengabaikan sesuatu yang mengganggu demi menjaga kedamaian. Faktanya, menghindari konflik juga memiliki batasan tersendiri, ada cara tertentu untuk memberitahu perasaan Anda kepada pasangan.

3. Menjaga skor

Tentu Anda dan pasangan sama-sama ingin melakukan sesuatu untuk hubungan cinta yang sedang dijalin. Namun, menurut sebuah penelitian, pasangan yang menginginkan sebuah hubungan 50/50 justru lebih mungkin meninggalkan komitmen mereka dan menciptakan konflik.

4. Membalas

Ini hampir sama dengan mejaga skor, sayangnya lebih buruk. Jika Anda melihat pasangan melakukan sesuatu yang buruk, Anda memiliki perasaan harus membalasnya dengan sesuatu yang lebih buruk atau sama buruknya. Ini bukan hubungan cinta yang sehat, percayalah.

Beberapa hal di bawah ini ternyata tidak menandakan hubungan cinta yang sehat

 5. Tidak pernah bertengkar

Konflik dalam sebuah hubungan cinta adalah hal yang normal, sebuah pertanda bahwa ada pertumbuhan. Jadi, jika selama menjalin hubungan cinta, Anda dan pasangan tidak pernah bertengkar, inilah yang salah.

6. Membutuhkan orang lain untuk melengkapi Anda

Membutuhkan seseorang lainnya untuk melengkapi Anda adalah hal yang berbahaya. Ini seperti menanamkan tingkat ketergantungan yang tidak sehat pada orang tersebut.

7. Cemburu

Cemburu sering dianggap sebagai tanda cinta seseorang, namun juga terkait dengan perilaku beracun, seperti rasa memiliki dan penyalahgunaan. Kecemburuan bisa menjadi masalah serius dalam sebuah hubungan, menimbulkan rasa tidak aman, bukan cinta atau kasih sayang.

8. Monitor melalui online

Memonitor pasangan melalui online mungkin baik, namun juga bisa menjadi respon dari kecemburuan tadi. Ini memberitahu kepada pasangan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan justru memancing pasangan untuk berselingkuh atau bertindak tidak tepat. Maukah Anda?



Baca juga Artikel - artikel Keren & Terupdate kami lainnya di :

    Wordpress.com : Solid Gold
    Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka
    Blogdetik.com : Solid Gold
    Strikingly.com : Solid Gold Berjangka
    Wixsite.com :Solid Gold
    jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka
    Spruz.com : Solid Gold Berjangka
    Bravesite.com : PT Solid Gold Berjangka

(Zmrn - Solid Gold Berjangka)

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 08.06

Rabu, 27 September 2017

Solid Gold | Aksi 29 September di DPR Bakal Diikuti 50 Ribu Massa Ormas Islam

Solid Gold  | Jakarta - Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam menyambangi Gedung MPR/DPR/DPD Senayan, Jakarta Pusat. Di antaranya Forum Umat Islam (FUI), Presidium Alumni 212, & Front Pembela Islam (FPI).

Kedatangan mereka untuk menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon & menyampaikan aspirasinya jelang aksi pada Jumat 29 September atau aksi 299 mendatang di Parlemen.

Mereka yg hadir diantaranya Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, Wasekjen FPI Ja'far Sodhiq, & Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif. Setidaknya, ada dua hal yg mereka minta kepada DPR.

"Kita minta DPR mengawal konstitusi Un&g-un&g ttg larangan PKI itu dgn betul-betul. Ada beberapa tuntutan juga kepada DPR untuk MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) memberhentikan anggota yg sdh terang-terangan anti-Pancasila," ujar Ja'far di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (25/9/2017).

Lalu, Slamet Maarif menjelaskan rencana aksi yg akan dilakukan pada Jumat 29 September atau aksi 299 di depan Gedung DPR. Ia berharap, perwakilan massa aksi nantinya dapat diterima oleh pimpinan.

"Nanti hari Jumat akan turun 50.000 massa setelah salat dzuhur. Mohon dikondisikan pimpinan DPR & MPR," kata dia.

Tak hanya itu, Maarif juga menceritakan soal pengepungan massa di Gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Maarif meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menjelaskan hal tersebut.

"Kita melihat ada kejanggalan & keanehan. Acara tdk ada izin tapi kenapa enggak ada pencegahan, spt garis polisi ke LBH & panitia diciduk, maka enggak akan terjadi bentrok pada Senin dini hari lalu," jelas Maarif.

Demo Harus Tertib

Menanggapi semua hal tersebut, Fadli Zon mengaku menampung segala aspirasi dari perwakilan yg datang. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi ini kepada pimpinan DPR lainnya.

"Ya ini untuk aksi (aksi 299) saya br tahu. Nanti saya beri tahu yg lainnya supaya nanti kalau jd delegasi bs bertemu dgn pimpinan DPR," ucapnya.

Politisi Partai Gerindra ini pun berjanji akan menerima delegasi & aspirasi dari massa aksi yg akan hadir.

"Kita negara demokrasi, aksi demonstrasi sah-sah saja, tentu dgn tertib. Kalau tadi ada permintaan delegasi, tentu delegasi itu akan kita terima, tergantung rekan-rekan DPR, komisi terkait mungkin bs menerima," terang dia.

Sementara terkait pengepungan di Gedung LBH Jakarta, Fadli meminta perwakilan melengkapi bukti bahwa LBH memang mengadakan seminar terkait PKI. Sebab, kata dia, pihak LBH Jakarta tlh membantah mengadakan seminar bertemakan PKI.

"Ya bs saja sebenarnya kawan-kawan LBH kalau misalnya punya informasi tersebut bs menyampaikan. Tetapi sejauh yg saya lihat, informasi dari kawan-kawan FUI ini nanti bs menjadi dasar dulu bs disampaikan teruskan dari beberapa pihak terkait agar duduk persoalan ini jelas ada atau tdk kegiatan tersebut di LBH ini," tutur dia.

Meski begitu, Fadli menegaskan, sgt hukum yg berlaku di Indonesia, PKI sdh tdk memiliki tempat lg. Dia menilai, hukum yg mengatur hal tersebut sdh jelas, ada, & tertuang dalam Ketetapan atau Tap MPRS Nomor 25 tahun 1966.

"Hukum jelas yg sekarang ini tdk memberikan satu ruang bagi ajaran komunis, bagi partai komunis, bagi usaha-usaha untuk membangkitkan kembali ideologi ini," tegas Fadli.




Baca juga Artikel - artikel Keren & Terupdate kami lainnya di :

    Wordpress.com : Solid Gold
    Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka
    Blogdetik.com : Solid Gold
    Strikingly.com : Solid Gold Berjangka
    Wixsite.com :Solid Gold
    jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka
    Spruz.com : Solid Gold Berjangka
    Bravesite.com : PT Solid Gold Berjangka

(Zmrn - Solid Gold Berjangka)

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 09.46

Jumat, 22 September 2017

Solid Gold | 6 Fakta Pilu di Balik Tragedi Pawang Diseret Buaya di Depan Warga



PT Solid Gold Berjangka | Kutai Kartanegara - Supriyanto (39) yg mengaku pawang buaya, menjd korban keganasan buaya di Sungai Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tubuhnya diseret ke dasar Sungai Muara Jawa di hadapan puluhan warga yg menonton. Warga bahkan sempat memvideokan tragedi itu dgn layar telepon seluler atau ponsel.

"Supriyanto menjd korban kedua diseret buaya muara pada saat itu," kata Kepala Polsek Sektor Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Ajun Komisaris Triyanto, Senin, 18 September 2017.

Triyanto menjelaskan, Supriyanto pada dasarnya berupaya ikut membantu mencari korban atas nama Arjuna yg hilang di lokasi yg sama. Supriyanto mengaku punya kelebihan supranatural indra keenam. Hingga akhirnya, ia nekat mencari korban dgn menyelami sungai.

Lalu siapa sebenarnya Supriyanto, berikut 6 fakta memilukan di balik tragedi pawang yg diterkam buaya.

Merapal Mantra di dlm Sungai

dgn berendam di dlm sungai, pawang buaya bernama Supriyanto ini
menggelar ritual untuk menangkap buaya ganas yg memangsa warga bernama
Arjuna.

Namun, saat Supriyanto berenang ke pinggir, tiba-tiba sesuatu yg tdk jelas wujudnya menyerang dari dasar sungai. Di antara keduanya sempat terjd pergumulan. Namun, beberapa detik kemudian Supriyanto lenyap & tdk muncul lg dari sungai. Begitu pun korban yg seblmnya dicaplok buaya juga hilang.

Ahli Sembuhkan Penyakit Aneh

Supriyanto dikenal sbg sosok orang pintar di daerahnya. Diketahui, ia kerap menyembuhkan penyakit tak wajar yg diderita orang. krn memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit yg tdk wajar, ia kerap dipanggil ke luar daerah untuk menyembuhkan orang.

Supriyanto mendlmi ilmu supranatural sejak muda. Ketenarannya bahkan terkenal hingga ke Pulau Jawa, Sulawesi, & Sumatera. Namun belakangan diketahui, Supriyanto sebanarnya bukan pawang buaya.

Punya 2 Anak Masih Kecil

Supriyanto yg tewas dimangsa buaya, mempunyai dua anak yg masih bersekolah. Anak pertamanya berusia 14 tahun, se&gkan anak keduanya berumu 9 tahun. Supriyanto yg merupakan warga Muara Jawa Ulu, ia bermaksud membantu pencarian korban Arjuna yg dimangsa buaya, pada Sabtu, 16 September 2017.

Abaikan Firasat Istri

Polisi sebenarnya tlh melarang warga untuk berada di dekat Sungai Muara Jawa. Meski blm dipasang garis polisi, Supriyanto nekat menyelam ke dlm sungai. Tak hanya polisi, istri Supriyanto juga tlh mewanti-wanti agar Supriyanto tak ikut campur mencari korban.

Namun, kepada istrinya, Supriyanto mengatakan hanya melihat sj. Seblm pergi ke sungai dimangsa buaya, ia sempat merokok & meminum kopi bikinan istrinya. Hanya sj, Supriyanto tampak resah.

Pawang Hujan

Supriyanto memang dikenal sbg orang pintar. Ia terbiasa menyembuhkan warga yg menderita penyakit aneh. dlm kesehariannya, Supriyanto juga dikenal sbg pencari tokek. Tokek itu sendiri nantinya akan dijual, yg diduga berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kronis.

Ternyata, perkara menangani buaya, Supriyanto blm pernah melakukannya sama sekali. Istrinya mengatakan, suaminya lebih sering diminta menjd pawang hujan.

Kondisi Jenazah

Saat ini, polisi sdh memulangkan kedua jenazah korban agar dikuburkan keluarga masing-masing di Anggana & Muara.

"sdh ditemukan keduanya. Kondisi mayat korban masih utuh, hanya ada beberapa luka di ba&nya," ucap Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Muara Jawa, Ajun Komisaris Triyanto, saat dihubungi Liputan6.com dari Kota Balikpapan, Kaltim, Senin (18/9/2017).

Triyanto menjelaskan, korban pertama atas nama Arjuna ditemukan mengambang berjarak 10 meter dari lokasi serangan buaya pada Sabtu, 16 September 2017 pukul 00.45 WITA. Pada jenazah korban terdapat luka di sekitar area wajah & tangan kanannya.

Adapun Supriyanto yg mengaku sbg pawang buaya, ujar Triyatno, mengalami luka robek gigitan di kaki kiri & wajahnya. Kedua korban diduga meninggal dunia akibat kehabsn napas setlh diseret ke dlm sungai di Muara Jawa yg dasarnya mencapai lima meter.



Baca juga Artikel - artikel Keren & Terupdate kami lainnya di :

    Wordpress.com : Solid Gold
    Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka
    Blogdetik.com : Solid Gold
    Strikingly.com : Solid Gold Berjangka
    Wixsite.com :Solid Gold
    jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka
    Spruz.com : Solid Gold Berjangka
    Bravesite.com : PT Solid Gold Berjangka

(Zmrn - Solid Gold Berjangka)

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 13.12

Senin, 18 September 2017

Solid Gold | Desa Ini Buat Kode QR Raksasa dari Pohon, Apa Fungsinya?



Solid Gold Berjangka : Xilinshui - Jika dilihat sepintas, gambar tersebut terlihat seperti labirin biasa. Namun bagi beberapa orang, foto tersebut langsung mengingatkannya akan kode QR atau dikenal dengan QR code.

Kode QR raksasa itu terdapat di Desa Xilinshui yang terdapat di provinsi Hebei, China. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akan Xilinshui bagi orang-orang yang melihat dan memindai kode raksasa itu.

Dikutip dari BBC, Sabtu (16/9/2017), kode QR tersebut terbuat dari 130.000 pohon juniper China dan bisa dipindai dari ketinggian dengan menggunakan ponsel.

Tidak diketahui dengan jelas berapa ketinggian yang dibutuhkan seseorang untuk dapat memindai kode QR itu. Namun, pengunjung yang berhasil memindainya akan terhubung ke akun parwisata desa di WeChat -- media sosial yang terkenal di China.

Menurut laporan South China Morning Post, kode tersebut memiliki panjang masing-masing sisi 227 meter dan tinggi pohonnya berkisar antara 80 cm hingga 2,5 m.

Pada 2015, Xilinshui dinobatkan sebagai desa terindah di Hebei. Atas gelar tersebut, Xilinshui menerima hibah pembangunan 1,1 dari pemerintah China.

Kode QR Populer Digunakan di China

Warga di China semakin banyak yang mennggunakan Kode QR dalam kehidupan sehari-hari mereka, terutama untuk melakukan pembayaran dengan cepat.

Kode QR yang terbuat dari pola kitak hitam dan putih, dapat menyimpan berbagai informasi, mulai dari harga hingga instruksi memasak makanan.

Sejumlah pelayan di sana terlihat menggunakan bros dengan Kode QR yang disematkan pada kemejanya. Hal itu memudahkan para pengunjung untuk memberikan tip hanya dengan memindai kode tersebut.

Bahkan, beberapa pengemis pun kedapatan memiliki kode QR, sehingga mereka yang tak membawa uang tunai masih dapat memberikan uangnya kepada mereka.

Kode QR raksasa sebelumnya pernah digunakan untuk menghidupkan sebuah bisnis. Pada 2012 pengembang asal China, Vanke, membangun kode QR seluas 6.400 meter persegi di dekat lokasi pembangunan perumahan di Hefei, Provinsi Anhui.

Saat kode QR itu dipindai, muncul pemandangan dan suara yang dirancang untuk menarik perhatian calon pembeli properti.

Baca juga Artikel - artikel Keren & Terupdate kami lainnya di :

    Wordpress.com : Solid Gold
    Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka
    Blogdetik.com : Solid Gold
    Strikingly.com : Solid Gold Berjangka
    Wixsite.com :Solid Gold
    jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka
    Spruz.com : Solid Gold Berjangka
    Bravesite.com : PT Solid Gold Berjangka

(Zmrn - Solid Gold)

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 15.50

Kamis, 14 September 2017

Takut dikritik, Suu Kyi pilih absen dari Sidang Umum PBB

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Di tengah tragedi pembantaian terhadap etnis minoritas muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, kecaman terhadap peraih penghargaan Nobel Perdamaian kini didapuk menjadi Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, terus berdatangan.



Diduga karena itu, anak dari pahlawan kemerdekaan Myanmar, Jenderal Aung San, memilih menghindar dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dilansir dari laman BBC, Suu Kyi memutuskan tidak bakal hadir dlm Sidang Umum PBB digelar pekan depan.

Konon kalau dia datang bakal dikritik habis-habisan lantaran tidak mampu menangani kekerasan terhadap etnis Rohingya dilakukan pasukan Myanmar.

"Penasihat Negara tidak akan menghadiri sidang umum PBB," kata juru bicara Suu Kyi, Zaw Htay.

Sayang Zaw tidak memberi penjelasan mengapa Suu Kyi urung hadir dlm Sidang Umum PBB.

Padahal hari ini Dewan Keamanan PBB bakal menggelar rapat membahas krisis orang Rohingya di Myanmar.

Baca Juga : Simpatisan Rohingya Retas Situs Federasi Beras Myanmar | Solid Gold Berjangka

Pemerintah Myanmar menyangkal mereka memburu & membantai etnis Rohingya, dgn dalih menumpas gerakan militan Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA).

Anggota ARSA menyerbu pos pemeriksaan di perbatasan pada 25 Agustus dgn senjata ala kadarnya, menyebabkan 12 orang tewas.

Tentara Myanmar bereaksi dgn mengirim ribuan bersenjata lengkap.

Mereka jg menolak pengajuan gencatan senjata diajukan ARSA.

Argumen Myanmar dibantah oleh Kepala Komisi Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Raad al-Hussein.

Menurut Zeid, perlakuan pasukan Myanmar terhadap etnis Rohingya lebih mengarah ke pembersihan etnis (genosida) ketimbang operasi militer menumpas pemberontak.

Sebab, dari fakta-fakta dikumpulkannya, serdadu Myanmar jg menyasar warga sipil Rohingya, sekaligus membakar seluruh perkampungan mereka.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Posted By PT Solid Gold Berjangka Pusat 13.22